Lebak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengoptimalkan 43 puskesmas untuk melakukan skrining tuberkulosis (TBC) guna memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Lebak, Kamis, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan target daerah setempat terbebas dari TBC pada 2030, sehingga bekerja keras dengan mengoptimalkan skrining TBC di 43 puskesmas di daerah itu.
Selain itu, pihaknya menggandeng berbagai komunitas untuk menyosialisasikan pentingnya skrining TBC serta faktor risiko yang meningkatkan infeksi TBC.
Baca juga: 340 desa dan kelurahan di Lebak deklarasi pencegahan TBC
Pihaknya belum lama ini mendeklarasikan pencegahan TBC melibatkan camat, kepala desa, kader posyandu, petugas puskesmas, dan tokoh masyarakat di desa dan kelurahan di Kabupaten Lebak.
"Penyakit TBC sangat bahaya dan menularkan kepada orang lain, sehingga harus diperkuat peran kader dalam deteksi dini, edukasi, serta pendampingan pengobatan hingga tuntas," katanya.
Ia mengajak masyarakat yang teridentifikasi positif TBC mematuhi minum obat selama enam bulan dan tidak perlu malu menjalani proses penyembuhan dari penyakit itu.
Selain itu, katanya, keluarga atau teman dekat yang kontak langsung dengan penderita TBC dilakukan terapi dan pencegahan TBC dengan minum obat selama tiga bulan.
Pemerintah daerah terus berupaya menemukan kasus TBC sebanyak-banyaknya untuk memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
Selama ini, kata dia, tren kasus TBC di daerah terus mengalami peningkatan setiap tahun sehingga pemerintah gencar melakukan skrining sebagai langkah memutus mata rantai penularan.
Baca juga: Skrining TB mandiri di Kota Tangerang berhasil temukan banyak kasus
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak tertanggal 14 November 2025, terduga TBC yang mendapatkan pelayanan TBC 30.143 orang (103 persen) dari target 29.290 orang (100 persen).
Jumlah kasus TBC 5.456 kasus (90,5 persen) dari target 6.027 kasus (95 persen) dan jumlah kasus anak 982 kasus (82 persen) dari target 1.163 kasus (90 persen) .
Penderita TBC yang meninggal dunia 84 orang dan terapi pencegahan 1.757 orang (24 persen) dari target 7.395 (80 persen)
"Kita minta kasus TBC bisa sembuh total jika mereka disiplin untuk mematuhi jadwal minum obat," katanya.
Baca juga: Catat, Banten jadi daerah tertinggi penemuan kasus Tuberkolosis
