Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni meminta manajemen RSUD Malingping di Kabupaten Lebak untuk memperbaiki fasilitas ruang tunggu pasien agar lebih layak dan manusiawi.
Permintaan itu disampaikan setelah ia meninjau langsung kondisi ruang tunggu pasien rawat inap yang dinilai belum memadai di rumah sakit tersebut.
“Secara khusus, saya sudah minta agar ruang tunggu diperbaiki, dibuat lebih layak dan lebih manusiawi. Harus disediakan kipas angin, dijaga kebersihannya, dan suasananya dibuat lebih nyaman bagi keluarga pasien,” kata Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Rabu.
Andra Soni sempat meninjau dalam kunjungan kerja di RSUD Malingping, hari ini.
Baca juga: Pegawai RSUD Banten diingatkan bangun layanan publik berkualitas
Ruang tunggu yang ia kunjungi berada di luar gedung utama rumah sakit, berupa bangunan setengah terbuka beratap dengan lantai paving block.
Sejumlah keluarga pasien terlihat menunggu sambil menggelar tikar di area tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian Andra, yang menilai perlu adanya penataan agar pasien dan keluarganya merasa lebih nyaman.
Menurut Andra, tradisi masyarakat Banten yang datang beramai-ramai untuk mendampingi anggota keluarga yang sakit harus difasilitasi, bukan dibatasi.
“Kita tahu, kalau ada keluarga yang sakit, biasanya banyak yang mengantar. Itu tradisi masyarakat kita. Maka jangan dilarang, tetapi justru difasilitasi agar lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov Banten komitmen kembangkan olahraga bagi disabilitas
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pelayanan medis dan kenyamanan sosial di rumah sakit daerah. “Ruang tunggu adalah bagian dari pelayanan publik. Jika keluarga pasien nyaman, pasien pun akan lebih tenang menjalani perawatan,” tambahnya.
RSUD Malingping merupakan rumah sakit tipe C yang menjadi rujukan utama masyarakat di wilayah selatan Lebak. Rumah sakit ini melayani pasien dari Kecamatan Malingping, Cijaku, Cigemblong, dan wilayah sekitarnya.
“Rumah sakit ini menjadi satu-satunya yang paling dekat bagi masyarakat di wilayah ini. Saya mendapat laporan bahwa pasien datang bukan hanya dari tiga kecamatan sekitar, tetapi juga dari beberapa lokasi yang cukup jauh,” ujar Andra.
Langkah perbaikan fasilitas dasar seperti ruang tunggu, kata dia, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk memperkuat pelayanan publik di daerah terpencil, termasuk sektor kesehatan.
Baca juga: Generasi muda Banten diajak jadi penentu sejarah bangsa
