Lebak, Banten (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, mengajak kelompok tani mempercepat masa tanam padi untuk mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi di daerahnya.
"Kita berharap semua kelompok tani dapat segera melaksanakan gerakan tanam, terlebih curah hujan tinggi," kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Banten, Rabu.
Pemerintah daerah menargetkan angka tanam pada Oktober 2025 seluas 13.896 hektare, sehingga kelompok tani dapat melaksanakan percepatan gerakan tanam.
"Kami berharap percepatan tanam Oktober 2025, sehingga dipastikan panen Januari mendatang," katanya.
Menurut dia, kebanyakan petani melaksanakan percepatan tanam padi menggunakan benih varietas Inpari 32, karena memiliki keunggulan di antaranya tahan terhadap serangan hama.
Baca juga: Petani Suku Badui kembali "ngaseuk" padi huma di lahan darat
Selain itu, juga produktivitas rata-rata 7 ton gabah basah per hektare dan jarak waktu 90-100 hari setelah tanam.
"Semua petani yang tanam Oktober 2025 dapat bantuan benih Inpari 32 dari pemerintah untuk mendukung produksi swasembada pangan," kata Deni.
Sementara itu, petani di Sangiang Tanjung, Kabupaten Lebak, sudah melaksanakan percepatan tanam padi seluas 50 hektare, karena mendapatkan bantuan benih.
Selain itu juga curah hujan meningkat, sehingga areal persawahan terpenuhi ketersediaan air.
"Kami sudah melaksanakan percepatan tanam seluas 1,5 hektare dengan benih Inpari 32," kata Jali (60) seorang petani Desa Sangiang Tanjung, Kabupaten Lebak.
Baca juga: Cegah penyelewengan, Distan Lebak distribusikan pupuk bersubsidi
