Lebak (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten mendistribusikan pupuk subsidi begitu ketat untuk pencegahan penyelewengan sehingga dapat mendukung program swasembada pangan nasional.

Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat, mengatakan petani yang mendapatkan pupuk subsidi tersebut harus petani yang tergabung dalam pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga tepat sasaran dan dapat pencegahan penyelewengan.

Pengetatan penyaluran pupuk subsidi tersebut dinilai berhasil untuk pencegahan penyelewengan, sehingga Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan di Provinsi Banten.

"Bila petani itu tidak masuk dalam pengajuan RDKK, maka dipastikan tidak mendapatkan pupuk subsidi," katanya.

Baca juga: Komunitas Urban Farming di Lebak produksi pupuk kandang dan media tanam

Ia mengatakan persediaan pupuk subsidi untuk petani Kabupaten Lebak hingga kini masih terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan.

Kuota pupuk subsidi untuk jenis urea sebanyak 20.614 ton, pupuk NPK 16.415 ton dan pupuk Organik 507 ton sampai tanam musim ketiga September -Oktober 2025 relatif aman dan mencukupi untuk tanam padi seluas 11.435 hektare.

"Kita mengapresiasi pendistribusian pupuk berjalan lancar dan kelompok tani dengan mudah mendapatkannya di kios-kios resmi," kata Deni.

Menurut dia, pemerintah daerah minta kelompok tani agar memproduksi pupuk organik sehingga tidak ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Produksi pupuk organik memiliki kelebihan , selain menyuburkan lahan juga mengurangi kerusakan tanah dan ramah lingkungan.

Baca juga: Serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebak masih rendah

Untuk produksi pupuk organik bisa terbuat dari kotoran ternak maupun jerami sampah untuk dijadikan kompos.

"Kami akan memberikan pelatihan untuk produksi pupuk organik, sehingga petani bisa memanfaatkan dari kotoran hewan ternak dan sampah dilakukan fermentasi," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pasar Keong Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ahmad mengaku selama ini petani di daerahnya begitu mudah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sehingga gerakan percepatan tanam dilakukan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.

"Kami sejak beberapa tahun terakhir persediaan pupuk subsidi terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan," katanya.

Baca juga: Dukung ketahanan pangan, Pemkab Lebak sediakan benih dan pupuk



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026