Lebak (ANTARA) - Komunitas urban farming di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memproduksi pupuk kandang dan media tanam untuk mendukung program swasembada pangan.

"Kami menggeluti pupuk kandang dan media tanam untuk meningkatkan produksi usaha petani," kata Kiwong, Pengurus Petani Urban Farming Lebak saat ditemui di Rangkasbitung, Lebak, Selasa.

Komunitas Petani Urban Farming Lebak itu memiliki 80 anggota dan mereka mengembangkan berbagai jenis tanaman mulai hortikultura, pangan padi, palawija, pembenihan, perikanan, dan perkebunan.

Mereka yang tergabung dalam komunitas tersebut masuk kategori petani milineal dengan usia 25 sampai 40 tahun.

Baca juga: 10 sekolah di Kota Serang jadi target program urban farming

Dirinya sejak 2021 sampai sekarang memproduksi pupuk kandang dengan sistem fermentasi dari kotoran hewan ternak dicampur air gula serta pemberian EM4 untuk mempercepat penguraian bahan organik dengan proses satu bulan.

Selain itu, juga mengembangkan media tanam dengan campuran tiga item, antara lain pertama pupuk kandang, kedua tanah subur, dan ketiga sekam dibakar dengan proses langsung menjadi pupuk kompos atau media tanam.

Produksi pupuk kandang dan media tanam itu sebanyak 400 pak dan dijual Rp15 ribu/pak, sehingga bisa menghasilkan omzet pendapatan Rp6 juta per bulan.

"Semua produksi pupuk kandang dan media tanam dijual ke petani sebagai kemitraan," kata Kiwong.

Baca juga: Pemkot Serang panen hasil urban farming targetkan edukasi sejak dini

Nabil, anggota Petani Urban Farming Lebak mengatakan dirinya hingga kini mengembangkan pembenihan hortikultura, seperti alpukat, rambutan, durian, manggis, buah, jeruk, nangka dan lainnya.

Pembenihan hortikultura sudah berlangsung beberapa tahun terakhir dan dijual ke petani Lebak maupun luar daerah.

"Kami bisa menghasilkan omzet antara Rp6 juta-Rp8 juta per bulan dari hasil penjualan benih hortikultura itu," katanya lagi.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pihaknya mengapresiasi Petani Urban Farming Lebak, karena mereka mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi.

Bahkan, komunitas mereka sudah mampu memasok produksi pangan beras, aneka sayuran keluar daerah.

"Kami hingga kini melakukan pembinaan kepada petani milineal yang tergabung dalam komunitas itu," katanya pula.

Baca juga: Dorong pangan lokal, Pertamina Patra RJBB adakan pelatihan urban farming



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026