Lebak (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto berhasil mendongkrak pendapatan ekonomi petani, karena produksinya ditampung oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu.
"Semua SPPG itu menampung produksi ekonomi lokal, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani di Lebak, Minggu.
Program MBG yang beroperasi di Kabupaten Lebak hingga awal Mei 2026 tercatat sebanyak 194 SPPG dan mereka menampung produk lokal untuk membantu pendapatan ekonomi petani.
Baca juga: BGN Lebak minta Satgas MBG perketat pengawasan SPPG
Produk lokal itu di antaranya sektor pertanian pangan beras, aneka sayuran, buah-buahan, dan sektor peternakan unggas, telur serta sektor perikanan budidaya ikan tawar, seperti ikan gurame, emas, lele dan nila.
"Semua produk lokal itu ditampung SPPG untuk memberikan makanan yang berkualitas dan bermutu terhadap penerimaan manfaat program MBG," katanya menjelaskan.
Menurut dia, selama ini, persediaan kebutuhan bahan pokok mulai beras, sayuran, ikan, daging unggas, telur dipasok ke 194 SPPG di Kabupaten Lebak terpenuhi.
Namun, saat ini hanya kekurangan buah-buahan, sehingga SPPG terpaksa mendatangkan dari Pasar Rau Kota Serang.
Diperkirakan untuk membeli bahan pokok yang dipasok dari produk lokal untuk program MBG bisa menggulirkan perputaran uang Rp 25 juta/hari/SPPG.
Baca juga: Program MBG di Banten sudah jangkau 2,9 juta penerima manfaat
Bayangkan, jika belanja kebutuhan bahan pokok dari produk lokal rata-rata Rp 25 juta per hari maka dikalkulasikan sebanyak 194 SPPG maka perputaran uang Rp4,85 miliar per hari.
"Saya kira perguliran ekonomi untuk kebutuhan program MBG itu cukup membantu kesejahteraan keluarga petani," katanya menjelaskan.
Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan sejak program MBG digulirkan maka banyak petani di sini mengembangkan aneka tanaman sayuran, seperti kacang panjang, kangkung, paria, oyong, ketimun, dan beras.
"Kita hasil panen tanaman itu ditampung oleh pengelola SPPG untuk program MBG," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan pihaknya menjamin untuk ketersediaan ikan tawar terpenuhi untuk permintaan SPPG.
"Kita memproduksi ikan tawar mencapai 4.089,15 ton per tahun dan jenis ikan terdiri dari ikan lele, nila, emas, gurame, patin, udang vaname dan bawal dengan menggulirkan perputaran uang Rp141 miliar," katanya.
Baca juga: Seluruh pekerja dapur SPPG di Lebak terlindungi Jamsostek
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026