Lebak (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Banten meminta Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperketat pengawasan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar tetap memberikan makanan berkualitas dan aman dikonsumsi penerima manfaat.
"Kita mengapresiasi program MBG di daerah itu hingga kini tidak ada penerima manfaat mengalami keracunan, karena pengawasan begitu ketat terhadap pengelolaan SPPG," kata Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak Asep Royani di Lebak, Kamis.
Hingga saat ini, pengawasan dilakukan terhadap 194 SPPG yang mendistribusikan makanan kepada sekolah dan posyandu di daerah setempat guna mencegah makanan basi dan tidak berkualitas.
"Kami berharap Satgas Program MBG setiap hari melakukan pengawasan ke seluruh SPPG," katanya.
Baca juga: Program MBG di Banten sudah jangkau 2,9 juta penerima manfaat
Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Lebak Amir Hamzah mengatakan pihaknya menerapkan pengawasan SPPG lebih ketat dengan didampingi, antara lain pemerintah daerah dan BGN, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ahli nutrisi, TNI, dan Polri.
Pengawasan tersebut, kata dia, agar menu makanan yang disiapkan selalu memenuhi standar kualitas sehingga memenuhi asupan gizi yang baik, higienis, bersih, dan menyehatkan.
"Kami minta semua pengelola SPPG harus mengantongi sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higienes sanitasi (SLHS), sertifikat halal dan lainnya," katanya.
Baca juga: BGN minta kepala daerah kawal rantai pasok bahan baku program MBG
Ia menyebutkan program MBG sebagai investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia emas 2045.
Ia menjelaskan program MBG untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat, kuat, dan produktif, sehingga harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk kecukupan gizi.
"Kami menilai pengelola SPPG relatif baik untuk menyediakan makanan yang berkualitas, namun masih ada ditemukan kekurangan sehingga harus diperbaiki," katanya.
Baca juga: Nanik Deyang ingatkan mitra tidak jadikan Program MBG ladang bisnis
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.