Tangerang (ANTARA) - Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Banten memastikan sedang melakukan proses mempercepat normalisasi aliran air bersih ke-23 pemukiman warga di empat kecamatan terkait kebocoran pipa jaringan distribusi utama berdiameter 1.000 mm di Jalan Sitanala.
"Perbaikan sudah selesai tadi malam. Sekarang sedang proses normalisasi aliran air," kata Ade Maruli, Humas Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang dihubungi ANTARA, Jumat.
Ade mengatakan proses distribusi air ke 23 pemukiman terdampak memerlukan waktu. Maka itu pihaknya berharap pengertian dari warga karena petugas juga sudah diturunkan kepada pelanggan.
"Kami upayakan secepatnya. Karena perbaikan butuh ketelitian sebab ukuran pipa yang besar," katanya.
Baca juga: Pastikan jajanan anak aman, Dinkes Tangerang awasi pangan di sekolah
Perlu diketahui sebanyak 23 lokasi pemukiman warga di empat kecamatan wilayah Kota Tangerang Banten mengalami gangguan distribusi air dari penurunan tekanan air hingga tidak mengalir sementara waktu dampak kebocoran pipa jaringan distribusi utama berdiameter 1.000 mm di Jalan Sitanala.
Perumda Tirta Benteng melalui akun resminya @perumdatirtabenteng menyampaikan informasi gangguan kebocoran pada pipa jaringan distribusi utama sejak 10 September 2025, pukul 22.00 WIB dan hingga kini masih dalam penanganan petugas.
Adapun daerah yang terdampak di empat kecamatan yakni Periuk, Karawaci, Jatiuwung dan Cibodas dengan lokasi perumahan Griya Duta Asri, perumahan Griya Gerbang Indah, perumahan Bugel Mas Indah, Kampung Bugel, perumahan Pondok Arum, perumahan Villa Tangerang Indah, Kampung Nambo.
Perumahan Periuk Jaya Permai, Villa Grand Tomang, Villa Mutiara Pluit, Tomang Elang, Taman Jati Permai, Griya Sangiang Mas, Villa Tomang Raya I, Wisma Harapan, Total Persada.
Baca juga: Kota Tangerang siapkan tujuh layanan promosi gratis produk UMKM
Perumahan Griya Merpati Mas, Klaster Alamanda, Kampung Doyong Atas, Gembor, Purati Alam Permai, Kampung Doyong, Ruko Jati Baru, Ruko Rotterdam, Keroncong Permai, Pondok Makmur, Kampung Kebon Jati Kelapa, Orchid Park Residence, Duta Indah Residence, Taman Gerbang Raya, Panorama Cibodas dan Pabuaran Residence.
"Awalnya dikasih tahu Bu RT kalo jaringan air akan mati. Dikira sebentar, tapi sampai sekarang masih mati airnya," kata Dina warga perumahan Duta Indah Residence Periuk.
Ia mengatakan awalnya tak merasa cemas karena masih ada persediaan ari di toren. Tetapi lama kelamaan habis dan harus membeli air galon untuk kebutuhan. "Biar gak cuci piring, kita beli makan diluar. Tapi gak bisa terus menerus seperti begini," ujarnya.
Sejumlah warga pun mengaku terus mencari info kepastian air kembali mengalir. Sebab air adalah kebutuhan utama warga selain listrik. "Kalau enggak ada air, pusingnya kemana mana," ujarnya.
Baca juga: Warga Kota Tangerang diingatkan waspadai potensi cuaca ekstrem
