Serang, Banten (ANTARA) - Lumbung Pangan Masyarakat Desa (LPMDes) yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang di bawah binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mendukung program serap gabah pemerintah dengan menjalin kemitraan strategis bersama Perum Bulog.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Serang Mumun Munawaroh di Serang, Senin mengatakan salah satu aktor penting dalam mendukung program tersebut adalah LPMDes yang memainkan peran aktif dalam kegiatan serap gabah pertama tahun 2025.
"LPMDes merupakan lembaga pangan masyarakat di tingkat desa yang berperan dalam menjaga cadangan pangan masyarakat melalui penyerapan dan penyimpanan gabah dalam upaya menjaga ketahanan pangan," kata Mumun.
Baca juga: Wujudkan birokrasi profesional, Pemkab Serang asesmen 2.000 ASN
Selain itu lanjutnya, LPMDes juga menjalankan fungsi ekonomi melalui penggilingan dan penjualan beras, dengan fasilitas seperti rice milling unit, mesin pengering (dryer), gudang, dan lantai jemur.
Karena itu kemitraan dengan Bulog tersebut adalah saling menguntungkan, karena LPMDes mampu memastikan gabah anggota kelompok dan petani sekitar dapat terserap oleh Bulog dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP).
Sementara itu, Bulog mendapat keuntungan karena tidak kesulitan dalam mencari lokasi panen, sehingga percepatan serapan dapat tercapai.
Dengan menjadi makloon Bulog, LPMDes juga mengolah gabah menjadi beras. Hal itu memberi tambahan pendapatan bagi anggota kelompok karena meningkatnya volume gabah yang diolah.
Lebih jauh Mumun Munawaroh menjelaskan dari 12 LPMDes di Kabupaten Serang, empat di antaranya telah menjalin kemitraan resmi dengan Bulog, yaitu LPMDes Ratu Tani, Sri Kebon, Berkah Cimandaya, dan Makmur Jaya.
Masing-masing menargetkan penyerapan 1.000 ton GKP, dengan LPMDes Ratu Tani ditargetkan menyerap lebih dari 1.000 ton.
Baca juga: Pemprov Banten siap benahi Kota Serang sebagai ibu kota provinsi
Meski hanya empat LPMDes yang bermitra secara resmi, seluruh LPMDes tetap terlibat dan bekerja sama dalam mendukung pencapaian target serapan.
Hasil kolaborasi antara Bulog, LPMDes, kelompok tani, dan pengusaha penggilingan membuahkan hasil, dengan tercapainya target serapan Bulog Serang sebesar 23.000 ton GKP per 7 Mei 2025, atau setara 105,34 persen dari target.
Kemitraan antara Bulog dan LPMDes terus berlanjut. Setelah berfokus pada serap gabah sepanjang Maret hingga Juni, sejak Juli 2025 Bulog Serang memulai penyerapan jagung perdana.
Langkah itu ditandai dengan pengiriman pertama jagung pipil kering oleh LPMDes Makmur Jaya, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Mengacu pada aturan terbaru, jagung pipil kering yang dibeli Bulog seharga Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog harus memenuhi spesifikasi kadar air maksimal 14 persen dan kadar aflatoksin maksimal 50 ppb. (Adv)
Baca juga: Ibu hamil dan lansia dapat bonus beras di gerakan pangan murah Polres Serang
