Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera membangun pintu air di aliran Sungai Cidurian untuk mengatasi masalah banjir langganan di kawasan Perumahan Taman Cikande, Jayanti.
"Untuk pintu air kita koordinasi dengan BWS, tapi nanti yang lebih cepat adalah terkait dengan permohonan pintu air ini," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Jumat.
Ia mengatakan, sesuai dengan hasil kajian dan pemantauan yang telah dilakukan, bencana banjir langganan di sekitar Desa Cikande terjadi karena luapan air dari Sungai Cidurian.
Baca juga: Pemkab Tangerang percepat penanganan masalah banjir
Kendati demikian, untuk solusi utama yang harus dijalankan yakni dengan melakukan pembangunan pintu air di sekitar sungai tersebut.
"Jadi permohonan-permohonan ini akan segera kita tindak lanjuti, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada upaya yang sesuai dengan permohonan warga sempat," katanya.
Selain itu, direncanakan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan pembangunan tanggul di bantaran sungai tersebut sebagaimana ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan bencana banjir langganan di wilayah itu.
"Khusus tanggul nanti juga akan kita koordinasikan dengan BWS sebagai pihak berkewenangan dalam pengelolaan aliran sungai," ucapnya.
Baca juga: Bupati salurkan bantuan logistik ke korban banjir Cikande Tangerang
Maesyal bilang, untuk pembangunan pintu air sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir ini ditargetkan akan mulai pada tahun anggaran 2026.
"Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027 karena anggaran tahun ini kan sudah jalan juga. Tapi nanti akan kita cari solusinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar bisa di tahun 2026," ungkapnya.
Menurut dia, penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan secara sendiri, namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.
Baca juga: Ketinggian banjir di perumahan Cikande Tangerang meningkat
Oleh karenanya, upaya kolaborasi melalui koordinasi antar instansi akan terus dilakukan sebagai upaya komitmen pemerintah mencarikan solusi dalam penanganan bencana alam banjir tersebut.
"Minta doanya semua, Ya, kita sudah lima hari ini sudah turun langsung ke tempat-tempat yang dilanda banjir untuk cari solusi cepat penanganannya," katanya.
Dia menambahkan, berdasarkan data yang dilaporkan untuk kondisi banjir yang melanda di daerahnya itu telah mencakup 24 kecamatan dengan 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.
"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida," kata dia.
Baca juga: ASN Pemkab Serang salurkan bantuan sembako korban banjir
Atasi banjir tahunan, Pemkab Tangerang segera bangun pintu air
Jumat, 16 Januari 2026 19:14 WIB
Foto udara kawasan permukiman yang terendam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026). Banjir setinggi 60 centimeter hingga dua meter akibat luapan Sungai Cidurian tersebut dipicu tingginya intensitas hujan dalam tiga hari terakhir yang membuat ratusan rumah terendam dan sebanyak 222 kepala keluarga terdampak. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar
