Serang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah membangun sebanyak 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program pencegahan tengkes (stunting) bagi pelajar dan ibu hamil di wilayah tersebut.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Irjen Pol Hengki, di Serang, Rabu, mengatakan pencapaian tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 18 satuan.
"Dari target 18 satuan, Polda Banten telah membangun 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi bagi pelajar dan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting," kata Kapolda saat memberikan sambutan pada acara Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 di Aula Gawe Kita Baluwarti Polda Banten.
Baca juga: TP PKK gencarkan program BSA cegah stunting di Kabupaten Serang
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda meminta dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Kristiani, terhadap program pembangunan nasional Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya terkait ketahanan pangan dan SPPG.
Selain pemenuhan gizi, Hengki juga mengungkapkan bahwa program ketahanan pangan berupa penanaman jagung Polri tahun 2025 di wilayah Banten juga telah melampaui target yang ditentukan.
"Saya berharap memasuki Tahun Baru 2026, Banten semakin aman sehingga pembangunan dapat berjalan optimal," ujarnya.
Terkait perayaan Natal yang mengusung tema “Sukacita Kelahiran Yesus Kristus Memotivasi Polri Dalam Melayani Masyarakat Untuk Indonesia Maju”, Kapolda menekankan bahwa anggota Polri dihadapkan pada tantangan tugas yang semakin kompleks.
Baca juga: BKKBN salurkan alat permainan edukatif untuk balita stunting di Lebak
Oleh karena itu, semangat Natal diharapkan menjadi motivasi moral dan spiritual untuk meningkatkan profesionalisme, keikhlasan, empati, serta pelayanan yang humanis.
"Semoga damai, kasih, dan sukacita senantiasa menyertai kita dalam melaksanakan tugas sebagai insan Bhayangkara yang presisi, berintegritas, mengasihi, dan melayani," pungkas nya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Pejabat Utama Polda Banten, serta sejumlah tokoh agama antara lain Frater Stanislaus Alexander Noning, Pendeta Benny Halim, Pendeta Erwin Marbun, dan Pendeta Albert.
Baca juga: Bunda PAUD Banten dorong sekolah inklusif bentuk karakter anak
