Tangerang (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendorong agar peran pengelola bandara InJourney Airports untuk bisa menyinergikan dan meningkatkan sektor pariwisata nasional melalui pembenahan konektivitas, aksesibilitas, hingga aminitas.
Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai bahwa selama ini peran InJourney dalam tata kelola konektivitas, aksesibilitas dan aminitas tersebut belum berjalan maksimal.
Menurut dia, pihaknya menginginkan agar seluruh pengelola utama bandara untuk mengevaluasi dan memperbaiki setiap layanan agar minat wisatawan baik mancanegara dan nusantara bisa kembali meningkat.
"Ketiganya ini yang mau kita dorong. Kita tahu saat ini InJourney itu sebagai entitas korporasi itu adalah sudah memang bagus. Tetapi kalau kita korelasikan terhadap para wisata, apakah peran ini sudah sangat maksimal?. Menurut kami belum," kata Lamhot dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke InJourney di Bandara Intetnasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Kamis.
Baca juga: Komisi VII DPR soroti masalah banjir di Bandara Soekarno Hatta
Dia mengatakan perbaikan tata kelola konektivitas, aksesibilitas dan aminitas di seluruh bandara yang dikelola InJourney ini perlu dilakukan sebagaimana upaya dalam meningkatkan sektor pariwisata di tanah air.
Menurut dia, jangan sampai ada persoalan atau masalah seperti yang terjadi baru-baru ini di Bandara Soetta seperti banjir yang kemudian bisa berdampak terhadap konektivitas penerbangan.
"Begitu mereka (calon wisatawan) tahu disini ada banjir, ya mereka tidak mau datang lagi. Nah ini yang kita inginkan evaluasi, tidak hanya sebatas di Soetta, tapi juga bandara-bandara lain," ujarnya.
Baca juga: Penerbangan di Bandara Soekarno Hatta kembali normal
Dia mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan di Indonesia saat ini hanya mencapai 13,9 juta dengan posisi se-Asia berada di tingkat ke lima, oleh karenanya DPR merekomendasikan agar InJourney bisa melakukan perbaikan-perbaikan di seluruh layanan bandara.
"Itu fakta yang kita temukan, makanya kita ini mau dorong. Supaya mereka lebih membuat program terhadap pengembangan kepariwisataan, ada perbaikan-perbaikan seluruh bandara, tidak boleh lagi ada delay, tidak boleh lagi ada masalah bagasi, tidak boleh ada banjir," katanya.
Ke depan, kata Lamhot, Komisi VII DPR akan memonitor segala perkembangan dari pengelola bandara sebagai mengupayakan peningkatan pariwisata nasional ini.
"Nanti akan kita monitor terus pengembangan-pengembangannya. Tadi InJourney sudah mengatakan bahwa semua persoalan ini kan akan dilakukan perbaikan bersama Airlines, Airnav dan Airport," kata dia.
Baca juga: Komisi VII DPR RI dorong efisiensi distribusi lewat RUU Kawasan Industri
