Lebak (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyalurkan bantuan permainan edukatif untuk anak usia bawah lima tahun (balita) yang mengalami stunting atau kekerdilan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
"Bantuan permainan edukatif itu dibagikan ke 10 kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Selasa.
Kelompok BKB Kit Stunting yang menerima bantuan peralatan edukatif tersebut di setiap desa untuk posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Penyaluran bantuan peralatan itu merupakan stimulan untuk perkembangan balita dari BKKBN Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca juga: Program Genting berhasil turunkan angka stunting di Provinsi Banten
Ia mengatakan manfaat peralatan edukatif sebagai deteksi dini untuk kemampuan motorik halus dan kasar bagi balita stunting.
"Kami menyalurkan permainan edukatif itu untuk BKB Kit Stunting yang sudah terakreditasi," katanya.
Selain alat permainan edukatif, kata dia, ada buku tumbuh kembang anak untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan bayi dan merangsang motorik halus.
Menurutnya, para kader posyandu yang sudah terlatih di BKB dapat melakukan tes terhadap anak sesuai dengan usianya.
Baca juga: Bunda PAUD Banten dorong sekolah inklusif bentuk karakter anak
Para kader posyandu, kata dia, nantinya memberikan nilai kepada tumbuh kembang anak dan motorik anak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tahun sebelumnya juga sudah diberikan bantuan permainan edukatif untuk balita dari BKKBN Pusat di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, dan Warunggunung.
"Kami berharap bantuan peralatan edukatif itu dapat digunakan di posyandu dan PAUD untuk membentuk anak-anak Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berkarakter mulia," kata Tuti Nurasiah.
Baca juga: Alfamidi salurkan 100 ribu telur tekan stunting di 11 cabang
