Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, memberikan bantuan subsidi iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan selama tiga bulan kepada 2.016 Ketua Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di 29 kecamatan.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Kamis, mengatakan Pemkab Serang mendukung penuh implementasi program perlindungan petani sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Ini dalam rangka meningkatkan swasembada pangan yang merupakan program dari pemerintah pusat yakni Bapak kita Presiden Prabowo Subianto," kata Zakiyah di Kecamatan Pontang.
Bantuan iuran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diberikan selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025. Selanjutnya, ia meminta para ketua poktan untuk melanjutkan pembayaran iuran secara mandiri mulai Januari 2026.
Baca juga: Pemkab Serang gelar LBBGR untuk bangkitkan semangat gotong royong
”Kita hanya bisa memberikan subsidi tiga bulan pertama, maka saya minta ke para petani untuk melanjutkan pembayaran iuran BPJS selanjutnya, karena ini penting. Sehingga kalau nanti ada kecelakaan kerja pertanian, itu bisa diklaim oleh BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan Pemkab Serang mengalokasikan dana APBD sebesar Rp101 juta untuk program ini sebagai bentuk penghargaan bagi para ketua poktan.
Ia menjelaskan, dari total 2.138 poktan, sebanyak 2.016 ketua yang aktif dan terverifikasi difasilitasi oleh program tersebut.
"Dari jumlah kelompok tani 2.138, setelah kita seleksi ada yang sudah mandiri, ternyata ada yang sudah meninggal, ada yang sudah tidak aktif. Itu hanya sekitar 2.016 ini yang kita fasilitasi," jelasnya.
Adapun keuntungan yang didapat peserta, lanjut Suhardjo, di antaranya adalah klaim Jaminan Kematian atau Kecelakaan Kerja yang bisa mencapai Rp40 juta, ditambah beasiswa pendidikan untuk dua orang anak hingga jenjang sarjana.
Pihaknya berharap, jika anggaran pada tahun 2026 memungkinkan, program ini dapat diperluas untuk pengurus inti poktan lainnya, seperti wakil ketua, bendahara, dan sekretaris.
"Namun untuk petani nya secara keseluruhan kita tidak mengcover, karena jumlahnya sebanyak 16 ribu orang,” katanya.
Baca juga: Pemkab Serang musnahkan hewan terdampak radiasi, siapkan ganti rugi
