Lebak (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan aparatur desa sebagai pelayan pemerintah di tingkat bawah harus terbebas dari peredaran narkoba.
"Tahun depan, semua aparatur desa mulai dari staf, kepala desa, termasuk BPD akan dilakukan pemeriksaan urine untuk mengetahui narkoba," kata Yandri saat kampanye ayo masyarakat bergerak menuju Banten Bersinar (bersih narkoba) di Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak, Selasa.
Menurut dia, pemerintah desa tentunya harus terbebas dari narkoba, karena sebagai contoh dan panutan masyarakat.
Selain itu, juga tokoh masyarakat, alim ulama memberikan kontribusinya, termasuk pondok pesantren, sekolah-sekolah dengan kebersamaan untuk mencegah peredaran narkoba.
Baca juga: Kepala BNN: peredaran narkoba bisa ditekan pada titik terendah
Oleh karena itu, bila aparatur desa mulai staf desa, kepala desa, pendamping desa, anggota BPD, alim ulama yang ada di desa kompak pencegahan narkoba dipastikan program BNN berhasil untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
Namun demikian, kepala desa di Indonesia lebih dari 75 ribu dengan penduduk 73 persen berada di desa sulit untuk pencegahan narkoba jika tidak kompak dan bersatu.
"Kita berharap pencegahan narkoba harus kompak dan bersatu sehingga Indonesia bisa terbebas dari narkoba," katanya.
Ia mengatakan, aparatur desa harus mengawasi lingkungan mulai dari keluarga, RT/RW dan jika ditemukan warga yang mencurigakan terlebih dulu melaporkan kepada penegak hukum.
"Itu bentuk kepedulian serius tidak narkoba, katanya.
Baca juga: Bupati Serang harap industri prioritaskan tenaga kerja lokal
Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Oom mengatakan masyarakat Suku Badui sejak zaman dahulu hingga sekarang tidak ada yang terlibat peredaran narkoba, karena sanksi hukuman bagi masyarakat yang terlibat narkoba cukup berat.
"Kita sanksi hukumanya dikeluarkan oleh adat dari pemukiman Badui keluar kawasan Badui," katanya.
Dalam kampanye ayo masyarakat bergerak menuju Banten bersinar dengan terbentuk Satgas Anti Narkoba di seluruh desa di Banten.
Baca juga: Cegah perpecahan, Kabaharkam Polri ingatkan santri bijak bermedsos
