Lebak (ANTARA) - Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) RI Komjen Marthinus Hukom mengatakan peredaran narkoba bisa ditekan pada titik terendah dengan penegakan hukum.
"Kita sebagai aparatur negara tentu optimisme untuk menekan peredaran narkoba pada titik terendah," kata Komjen Marthinus saat kampanye ayo masyarakat bergerak menuju Banten Bersinar (bersih narkoba) di Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak, Selasa.
Saat ini, lanjut dia di seluruh dunia memiliki problem yang sama untuk menekan peredaran narkoba dan hanya mampu menekan peredaran narkoba di titik terendah 5 persen dari penduduk dunia.
Baca juga: BNN: Perempuan miliki peran sentral cegah narkoba di keluarga
Karena itu, BNN akan terus berupaya menangkap para pelaku jaringan pengedar narkoba dengan berkolaborasi Polri, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, KKP dan seluruh stakeholder terkait.
"Kita bekerja maksimal dengan menekan peredaran narkoba dan produsenya bukan di Indonesia," katanya menjelaskan.
Menurut dia, benteng-benteng kesadaran manusia yang menyatakan tidak narkoba perlu dibangun kerja sama dengan pemerintah yang terendah di desa.
Dengan demikian, pihaknya mengajak Menteri Desa Tertinggal untuk melakukan pembinaan dan pencegahan dimulai dari masyarakat secara individu, keluarga, desa sampai ke titik negara.
Baca juga: Bupati Serang ajak masyarakat wujudkan gerakan tanpa narkoba
Menurut dia, Provinsi Banten selama ini dikenal dengan daerah transit atau tempat yang dilintasi bandar narkoba juga dijadikan pasar.
Untuk itu, petugas mengoptimalkan operasi pencegahan narkoba di pintu-pintu perbatasan masuk ke wilayah Banten.
Kemudian mengidentifikasi modus operandi transporter dan memberikan tindakan tegas terhadap jaringan kurir-kurir kecil terhadap masyarakat.
"Kita berkali kali mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor bila ditemukan keluarga dan tetangga mengkonsumsi narkoba, karena dilakukan intervensi rehabilitasi juga kesehatan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba," katanya.
Baca juga: BNN dan Pemkot Tangerang jamin identitas pelapor peredaran narkoba
Sementara Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan pihaknya kerja sama dengan BNN untuk pencegahan narkoba dimulai dari desa.
"Kita mendukung program BNN untuk pencegahan narkoba di tingkat pemerintahan desa agar Indonesia bisa menekan di titik terendah," katanya.
Dalam kampanye ayo masyarakat bergerak menuju Banten bersinar dengan terbentuk Satgas Anti Narkoba di seluruh desa di Banten juga melakukan penolakan terhadap narkoba.
Baca juga: Kota Tangerang raih penghargaan upaya edukatif pemberantasan narkoba
