Serang (ANTARA) - Kebakaran melanda Kampus LP3I Banten yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hingga menyebabkan tiga ruangan di institusi pendidikan tersebut ludes dilalap si jago merah.
Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Joni Effendi, di Serang, Senin, mengatakan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB hingga menghanguskan tiga ruangan.
"Kami menerima laporan dan langsung melakukan asesmen. Tiga ruangan yang terdampak adalah ruang dapur, ruang logistik, dan ruang marketing," katanya.
Baca juga: Lima orang luka bakar akibat kebakaran di tempat penyimpanan BBM
Menurut kronologi yang dihimpun dari saksi di lokasi, insiden ini bermula dari aktivitas di ruang dapur. Jhoni menjelaskan bahwa sumber api berasal dari ledakan kompor yang diduga akibat kelalaian manusia (human error).
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari Bapak Yoyo, salah seorang dosen di lokasi, kejadian berawal saat seorang sedang memasak di dapur," ungkapnya.
Ledakan kompor yang terjadi secara tiba-tiba itu langsung menyulut api yang dengan cepat membesar. Material yang mudah terbakar di sekitar lokasi membuat api menjalar tak terkendali, merambat dari ruang dapur kedua bangunan lain yang letaknya berdekatan, yakni ruang logistik dan marketing, sebelum petugas pemadam kebakaran sempat tiba di lokasi.
"Kami telah memberangkatkan satu unit mobil Water Foam berkapasitas 5.500 liter untuk melakukan penanganan awal," papar Jhoni.
Selain tim dari BPBD Kabupaten Serang, pemadaman juga dibantu oleh unit Damkar dari Kota Serang dan Kota Cilegon, serta diamankan oleh personel Polsek dan Koramil setempat bersama partisipasi aktif masyarakat sekitar.
Baca juga: Polisi selidiki kebakaran di Terminal Kargo Bandara Soetta
Jhoni memastikan bahwa kondisi di lokasi saat ini sudah sepenuhnya terkendali dan dalam proses pendinginan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil yang ditimbulkan ditaksir cukup besar.
"Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 250 juta," tuturnya.
Jhoni menegaskan kembali penyebab utama dari musibah ini murni disebabkan oleh insiden kompor yang meledak saat digunakan untuk memasak. Api kemudian dengan cepat menjalar ke tiga bangunan kampus yang berisi barang-barang mudah terbakar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan api," katanya.
Baca juga: Gudang BBM di Bandarlampung terbakar, 11 mobil damkar dikerahkan
