Tangerang, Banten (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) Serang menyelenggarakan Seminar Akademik bertema “Transformasi Pendidikan Menuju Era Society 5.0: Sinergi Kecerdasan Buatan, Penguatan Karakter, dan Inklusivitas untuk Pemerataan Akses Pendidikan”.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Terbuka Serang dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai penggerak utama pembangunan sumber daya manusia yang adaptif, berkarakter, dan inklusif di tengah dinamika perubahan sosial dan percepatan perkembangan teknologi digital.
Seminar akademik itu dilaksanakan sebagai respons atas tantangan global yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi era Society 5.0, di mana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan tidak hanya menjadi instrumen pendukung, tetapi juga mempengaruhi cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.
Dalam konteks tersebut, pendidikan tinggi dituntut untuk tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter, menanamkan nilai kemanusiaan, serta memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Perkuat sinergi, UT gelar Media Day 2025
Kegiatan seminar itu diikuti oleh sivitas akademika Universitas Terbuka Serang, mahasiswa dan calon wisudawan, praktisi pendidikan, serta mitra strategis UT Serang.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dan keterlibatan aktif selama seminar berlangsung.
Hadir sebagai narasumber dua tokoh yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pendidikan, yaitu Dr. H. M. Budiharsojo, S.Pd., M.Pd., M.M., Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta Yus Alvar Saabighoot, M.Pd., dosen Program Studi S1 PGPAUD Universitas Terbuka Serang.
Dalam pemaparan nya, Dr. H. M. Budiharsojo menegaskan bahwa konsep Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat dari pemanfaatan teknologi. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya.
Oleh karena itu, transformasi pendidikan tidak dapat hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi harus diiringi dengan penguatan karakter, etika, serta kerangka kebijakan dan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca juga: Bangun branding digital marketing, UT Serang perkuat jangkauan bersama SALUT
Dr. Budiharsojo menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital membawa peluang besar bagi dunia pendidikan, seperti kemudahan akses informasi, inovasi metode pembelajaran, dan efisiensi proses akademik.
Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko, antara lain penyalahgunaan media sosial, perundungan digital, plagiarisme, serta degradasi nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik.
Menurutnya, kebijakan pendidikan harus dirancang secara komprehensif agar pemanfaatan AI dan teknologi digital tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, tanggung jawab sosial, serta prinsip keadilan.
Sementara itu, Yus Alvar Saabighoot, M.Pd. dalam pemaparan nya menekankan bahwa perubahan global yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk melakukan transformasi fungsional dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa lulusan pendidikan tinggi di era Society 5.0 tidak cukup hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, literasi digital, serta kemampuan unlearn, relearn, dan reskill.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta, memperkuat refleksi dan kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan, serta mendorong lahirnya gagasan dan praktik pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata Universitas Terbuka Serang dalam pembangunan pendidikan nasional yang berkeadilan.
Baca juga: Agung Sedayu Group berikan bantuan pendidikan bagi Mahasiswa UT Serang
