Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Provinsi Banten, meningkatkan kesiapsiagaan petugas serta peralatan operasional guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim penghujan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, di Serang, Rabu, mengatakan langkah peningkatan kewaspadaan ini dilakukan berkaca pada pengalaman banjir bandang sebelumnya yang pernah merendam empat kecamatan di wilayah tersebut.
"Otomatis kita harus waspada karena musim penghujan mulai datang. Kesiapsiagaan kita tingkatkan, mulai dari kesiapan alat, personel, hingga kendaraan operasional," ujar Diat.
Baca juga: Warga di pesisir utara Tangerang diminta waspadai banjir rob
Diat menjelaskan, pihaknya berupaya mengoptimalkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana yang dimiliki untuk menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang dan sambaran petir.
Selain mengandalkan armada yang sudah ada, BPBD Kota Serang juga terbantu dengan adanya tambahan satu unit kendaraan operasional kebencanaan yang merupakan hibah dari pemerintah provinsi.
"Insya Allah kita upaya optimal dengan sarana prasarana (sarpras) dan SDM yang kita miliki saat ini untuk merespons potensi kejadian di lapangan," katanya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan petugas difokuskan pada pemantauan wilayah-wilayah rawan, seperti Kecamatan Serang, Kasemen, Taktakan, dan Walantaka yang memiliki risiko banjir serta angin puting beliung.
Sebagai langkah mitigasi berbasis masyarakat, BPBD Kota Serang telah membentuk 34 Kelurahan Tangguh Bencana (KTB). Diat berharap para lurah sebagai koordinator dapat berperan aktif dalam memberikan informasi dan edukasi kebencanaan kepada warganya.
Baca juga: Waspadai gangguan operasional Merak akibat supermoon dan hujan
