Serang (ANTARA) - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam waktu dekat segera membuka 7 program studi (prodi) dokter spesialis melalui fakultas kedokteran Untirta.
"Surat rekomendasi pembukaan program studi spesialis Untirta dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (IV) pada 6 November 2025 kemarin sudah keluar. Tinggal nanti kita proses pengajuan melalui Kementerian," kata Rektor Untirta Prof Dr Ir. Fatah Sulaeman di Serang, Jumat.
Ia mengatakan, ke tujuh prodi yang akan dibuka tersebut yakni spesialis ortopedi, prodi obsterti dan ginekologi, prodi penyakit dalam, prodi kesehatan anak, prodi bedah dan ke tujuh prodi anestesiologi.
"Kita sudah melalui berbagai kajian dan masukan serta kebutuhan SDM dokter spesialis di sejumlah rumah sakit di Banten," kata Fatah Sulaeman.
Baca juga: Dirjen PP bahas penataan Sistem Hukum Berkeadilan dan Bebas Korupsi di Untirta
Ia berharap dukungan dari seluruh masyarakat Banten agar pembukaan tujuh prodi spesialis di Untirta tersebut bisa segera terwujud.
"Kita di Banten ini sangat membutuhkan sekali. Makanya kita bergerak cepat agar segera terealisasi," kata Fatah Sulaeman.
Selain itu, kata dia, saat ini juga Untirta akan segera membuka program studi kedokteran hewan dalam upaya mendukung dan memperkuat program pemerintah, diantaranya seiring dengan kebutuhan pangan sumber hewan untuk program MBG,.serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan.
"Kita sebelumnya sudah MoU dengan pak gubernur Banten. Dan hari ini secara teknis kita melakukan Perjanjian Kerjasama (PKs) dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Asosiasi Kedokteran Hewan Provinsi Banten," kata Fatah Sulaeman.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, perjanjian kerjasama ini dilakukan dalam upaya mengatasi krisis dokter hewan di Banten yang sangat kurang berdasarkan hasil kongres persatuan dokter hewan seluruh Indonesia.
"Kami diperintahkan pak gubernur untuk segera mengatasi persoalan ini. Makanya dulu langsung dilakukan MoU dan hari ini pembahasan lebih teknis melalui perjanjian kerjasama Untirta dengan Distan Banten," kata Agus Tauchid.
Baca juga: Sosialisasi KUHP di Banten, Wamenkum angkat isu Strategis Hukum Nasional
