Lebak, Banten (ANTARA) - Petani Kabupaten Lebak, Banten, diimbau meningkatkan area luas tanam padi pada puncak musim hujan, sehingga dapat menggenjot produksi pangan dan pendapatan ekonomi masyarakat.
"Kita berharap petani dapat memanfaatkan puncak musim hujan melalui peningkatan area luas tanam padi dengan perencanaan yang baik," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Banten, Senin.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan akan berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026.
Potensi curah hujan tersebut menjadikan momentum untuk dimanfaatkan oleh petani dengan melakukan penambahan area luas tanam padi guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Serapan jagung Polres Serang ke Bulog tertinggi di Banten
Selama ini, jumlah areal luas lahan baku sawah di Kabupaten Lebak mencapai 52.000 hektare dan sebagian besar masuk kategori persawahan "geluduk" atau menanam padi saat dipastikan musim hujan.
Dengan demikian, pihaknya mengajak petani memanfaatkan puncak musim hujan deras dengan penambahan area luas tanam padi.
"Kita meyakini pada musim hujan nanti dipastikan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun," kata Deni.
Ia mengatakan pihaknya menargetkan angka tanam padi pada November 2025 seluas 13.896 hektare dan petani di berbagai wilayah di daerah itu sudah melakukan gerakan percepatan tanam.
Untuk mengantisipasi potensi banjir, genangan, dan longsor, pihaknya telah melalui perbaikan dan pembersihan saluran air, penguatan tanggul, serta pengaturan drainase lahan agar produksi tetap optimal di musim hujan.
Puncak musim hujan tentu dapat berperan dalam mengisi waduk dan saluran irigasi, serta menjaga ketersediaan air.
Baca juga: Imigrasi Banten jadikan gerakan tanam jagung strategi cegah TPPO-TPPM
Selain itu, lanjut Deni, juga menjamin keberlanjutan sawah tadah hujan, sehingga dapat meningkatkan penambahan luas tanam padi.
"Kami berharap puncak musim hujan tidak menimbulkan bencana banjir," kata Deni.
Sementara itu, sejumlah petani di Rangkasbitung, Banten, mengaku bahwa mereka kini mulai melakukan gerakan tanam padi sehubungan curah hujan tinggi.
"Kami sekarang sudah menanam padi seluas lima petak dengan luas sekitar 5.000 meter persegi," kata Udin (55), petani Cibungur, Rangkasbitung, Lebak.
Baca juga: Kelompok tani di Lebak diajak percepat masa tanam
