Tangerang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mengarahkan pembangunan ekonomi daerah menuju sektor green economy (ekonomi hijau) dan pariwisata sebagai strategi utama untuk memperkecil ketimpangan dan menciptakan pertumbuhan yang inklusif.
Kepala BI Banten, Ameriza M. Moesa, di Tangerang, Rabu, menekankan perlunya merombak fokus investasi dari industri manufaktur yang berat (healer) menjadi industri yang lebih ramah lingkungan dan padat karya.
"Kenapa di Banten itu pengangguran tinggi? Ya karena kecocokan jenis industri dengan SDM-nya kurang," ujar Ameriza usai menghadiri kegiatan Banten Investment Forum 2025.
Baca juga: Dongkrak UMKM syariah, BI Banten sinergikan Festival Shafara dan Ferba
Ia menambahkan, industri berat cenderung menyerap tenaga kerja dari luar, sementara pariwisata dan agroindustri mampu memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal.
"Untuk mencapai pertumbuhan inklusif, BI mendorong strategi dualisme pembangunan ekonomi berdasarkan potensi wilayah Banten," katanya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa, Banten Selatan dapat dijadikan pusat agroindustri dan pariwisata, yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi SDM setempat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk peningkatan edukasi. Potensi yang dioptimalkan mencakup peternakan, perkebunan (kopi, kakao), dan perikanan (rumput laut).
Sedangkan di Tangerang Raya dapat difokuskan pada sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) dan hospitality, mengingat tingkat pendidikan di wilayah ini yang relatif lebih tinggi.
"Kawasan Tangerang Raya ini bahkan disiapkan untuk menjadi Dubai kedua atau Singapura kedua dengan pengembangan financial district hingga kluster ekonomi kreatif," imbuhnya.
Baca juga: BI dan TNI AL edarkan Rp700 juta jamin rupiah di pulau terluar Banten
Ameriza juga menyebutkan bahwa fokus investasi di sektor ekonomi hijau dapat mencakup agroindustri, farm industry, peternakan, perkebunan, dan pengolahan bahan makanan yang dinilai memiliki nilai tambah tinggi.
Salah satu proyek yang menjadi rekomendasi dan incaran adalah pengembangan kawasan industri hijau di Cileles, Kabupaten Lebak, yang akan diakses melalui pintu Tol Serang-Panimbang. Selain itu, investasi resor terintegrasi di kawasan Geopark turut didorong.
Dengan strategi ini, Banten diharapkan tidak hanya meningkatkan posisi investasi nasionalnya yang saat ini berada di urutan ke enam, tetapi juga mencapai pertumbuhan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja secara masif di sektor agroindustri dan pariwisata.
Baca juga: DJP siapkan UMKM Banten tembus pasar luas lewat BDS
