Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, tengah mengantisipasi ancaman gagal panen di sektor pertanian atas resiko bencana alam yang melanda di daerah itu.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, Syaifullah di Tangerang, Selasa mengatakan bahwa langkah mitigasi untuk menekan dampak yang mungkin terjadi pada sektor pertanian dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) di seluruh desa untuk memantau kondisi lahan petani.
"Teman-teman PPL tersebar di 274 desa. Semua bisa mengadu langsung kepada teman-teman PPL (jika terjadi gagal panen)," katanya.
Baca juga: Genjot PAD, Bupati Tangerang optimalkan potensi pajak
Bila laporan gagal panen ditemukan, PPL akan melaporkan kejadian itu ke Dinas Pertanian. Kemudian, dampak itu akan diintervensi oleh pemerintah daerah dengan pembagian pupuk dan benih kepada petani yang terdampak.
"Kelompok tani, gabungan kelompok tani memitigasi terkait hal-hal yang akan terjadi jika ada kondisi cuaca yang selalu berubah," tuturnya.
Menurut dia, fenomena cuaca yang tidak menentu membuat pemerintah daerah sulit melakukan langkah antisipatif secara pasti terhadap kemungkinan gagal panen.
Baca juga: Pemkab Serang gelar pelatihan perkuat produksi dan pemasaran UMKM
"Terkait dengan hal-hal kegagalan panen adalah hukum alam ya yang sama-sama tidak bisa kita prediksi," ujarnya.
Syaifullah mengungkapkan, saat ini pihaknya belum melakukan proses identifikasi, analisis dan pemetaan wilayah pertanian di Kabupaten Tangerang yang rawan mengalami gagal panen akibat perubahan iklim.
"Kalau gagal panen ini kan tergantung dengan cuaca. Kami belum berkoordinasi terkait dengan hal itu," kata dia.
Baca juga: Pemkab Tangerang perluas zona penjemputan bus sekolah gratis
