Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan cuaca dari panas menjadi potensi hujan lebat dengan selalu membawa perlengkapan seperti payung dan jasa hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Selasa mengatakan suhu udara selama sepekan diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 34°C, sementara kelembapan udara relatif tinggi, mencapai hingga 96 persen.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mengguyur wilayah Tangerang.
"Warga Kota Tangerang diimbau untuk mewaspadai potensi hujan yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari ke depan," kata Mahdiar.
Baca juga: Hadapi bencana, Pemprov Banten pastikan kesiapan logistik dan peralatan
Dengan potensi hujan yang muncul, pengendara sepeda motor juga diimbau untuk lebih berhati-hati guna menghindari kecelakaan akibat jalan licin.
“Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan tetap waspada terhadap potensi genangan air, terutama di wilayah-wilayah rawan banjir,” katanya.
Sebagai informasi, untuk layanan kegawatdaruratan di Kota Tangerang masyarakat bisa mengakses call center 112 atau untuk BPBD Kota Tangerang, bisa ke nomor piket 021-5582-144 yang juga aktif selama 24 jam.
Baca juga: BPBD Kota Tangerang tambah armada penanganan non-kebakaran
Sementara itu Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang telah menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak musibah banjir di Uwung Jaya dan angin kencang di Bojong Karawaci.
Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani mengatakan untuk korban banjir disalurkan berbagai kebutuhan darurat berupa 100 dus makanan siap saji, air mineral, serta 200 bungkus nasi.
Sementara itu bagi korban angin kencang yang mengakibatkan rumah warga terdampak juga telah disalurkan menyalurkan 10 paket sembako.
"Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah kota untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat," katanya.
Baca juga: Penanganan bencana di Tangerang butuh kolaborasi antarwilayah
