Tangerang Selatan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai membahas percepatan realisasi pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) yang akan terhubung ke wilayah Tangerang Raya sebagai bagian dari upaya memperkuat transportasi massal di kawasan penyangga Jakarta.
Gubernur Banten Andra Soni di Tangerang Selatan, Senin mengatakan pembahasan bersama PT MRT Jakarta, pemerintah daerah di Tangerang Raya, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian difokuskan pada penyusunan langkah tindak lanjut serta skema pendanaan agar proyek tersebut dapat berjalan lebih cepat.
“Alhamdulillah hari ini kami berdiskusi intens terkait MRT, baik jalur Lebak Bulus–Serpong maupun Kembangan–Balaraja. Tadi dipaparkan mengenai timeline dan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti supaya transportasi massal MRT ini bisa menjadi nyata di Provinsi Banten,” kata Andra.
Baca juga: Andra Soni bertemu Pramono Anung bahas soal banjir, sampah hingga MRT
Ia menjelaskan jalur Cikarang–Balaraja sudah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga Pemprov Banten berupaya mempercepat integrasi rencana jalur tersebut dengan jaringan MRT Jakarta.
“Ini adalah tindak lanjut dari RPJMN 2025–2029. Kami berinisiasi untuk mendapatkan progres yang lebih cepat karena kalau menunggu satu jalur selesai baru ke jalur berikutnya, waktunya akan sangat lama,” ujarnya.
Menurut Andra, jalur MRT yang akan masuk ke wilayah Banten mencakup sekitar 17 kilometer untuk rute Serpong–Lebak Bulus dan jalur Kembangan–Balaraja.
“Kalau jalur Serpong–Lebak Bulus totalnya 23 kilometer, tapi 4 koma sekian kilometer ranah Jakarta, sisanya 17 kilometer masuk Banten,” katanya.
Baca juga: Pemprov Banten sambut baik pengembangan MRT Lebak Bulus-Serpong
Ia menegaskan pertemuan tersebut bukan forum pengambilan keputusan, melainkan diskusi untuk menyatukan langkah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pihak swasta, dan operator MRT.
“Ada beberapa tahapan yang harus ditempuh, mulai dari kelembagaan sampai finansial. Ini yang kita pikirkan bersama,” ucapnya.
Andra mengungkapkan Pemprov Banten juga menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memiliki pengalaman mengelola MRT.
Baca juga: Pemkot Tangerang Selatan kaji kembali soal perluasan MRT
“Saya sudah beberapa kali berdiskusi dengan Pak Gubernur DKI Jakarta, Pak Pramono, dan memberikan dukungan kepada beliau karena MRT ini adalah perseroda milik Jakarta,” ujarnya.
Ia memastikan pertemuan serupa akan terus dilakukan untuk memperkuat kolaborasi antarpihak.
“Nanti ke depan kita juga akan bersama-sama dengan pemerintah daerah khusus Jakarta karena mereka lah yang punya pengalaman dan mereka lah yang sekarang memiliki PT MRT,” katanya.
Baca juga: Pemprov Banten dukung rencana jalur MRT Jakarta rute Kembangan-Balaraja
