Tangerang (ANTARA) - Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan program fasilitasi barcode secara gratis bagi produk UMKM telah berhasil membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara luas.
"Kami mencatat, ada produk UMKM yang bisa menembus pasar retail. Ini sangat bagus sekali untuk kemajuan usaha yang dilakukan pelaku usaha," kata Suli Rosadi di Tangerang Rabu.
Disperindagkop UKM Kota Tangerang mencatat, program ini telah berjalan sejak 2022 dan hingga saat ini sebanyak 640 pelaku UMKM telah memanfaatkan layanan tersebut.
Baca juga: UMKM diajak daftar program pembuatan kode batang produk gratis
Suli Rosadi mengatakan barcode atau kode batang produk saat ini menjadi salah satu syarat utama bagi UMKM yang ingin memasarkan produknya di toko modern maupun marketplace besar.
Maka itu, Pemkot Tangerang membuka program penyediaan fasilitas barcode produk kemasan secara gratis atau tanpa pungutan biaya bagi agar tidak ada kendala dalam mengembangkan usaha.
"Barcode produk sangat penting sebagai identitas resmi produk. Selain memudahkan transaksi penjualan, juga meningkatkan kepercayaan konsumen. Pemkot Tangerang hadir untuk memfasilitasi hal tersebut secara gratis," ujarnya.
Baca juga: Disperindagkop Tangerang buka pendaftaran barcode produk gratis
Sementara itu bagi UMKM yang ingin mendapatkan fasilitas barcode produk cukup mendaftar secara online melalui link yang diupload di akun Instagram @indagkopukm_tangerangkota di setiap kuota atau program tersebut dibuka.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yakni KTP, domisili dan usaha harus di Kota Tangerang dan belum pernah mengikuti kegiatan serupa di tahun sebelumnya.
"Pemkot Tangerang berharap dengan adanya fasilitas ini, UMKM di Kota Tangerang dapat semakin berkembang, memperluas jaringan pemasaran, dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menambahkan tantangan era digital dan perubahan perilaku konsumen menuntut pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga manajemen usaha, legalitas, hingga kesiapan dalam menghadapi digitalisasi.
"Tak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Legalitas usaha, pencatatan keuangan, kehadiran digital, dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis," katanya.
Baca juga: Disperindagkop buka pendaftaran dan fasilitasi barcode produk gratis
