Kota Cilegon (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bersama Bulog Cabang Serang dan ABM, Rabu (27/8), melaksanakan operasi pasar murah dengan menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya di Pasar Blok F, Kota Cilegon.
Operasi pasar dilakukan untuk menekan tingginya harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram nya.
Di pasaran saat ini, harga beras medium yang semula Rp12.000 kini naik menjadi Rp13.500 ribu per kilogram. Sedangkan beras premium dari semula Rp13.500 naik menjadi Rp14.500 per kilogram hingga Rp15.000 per kilogramnya.
Untuk itu pada operasi pasar ini, pemerintah menyediakan beras SPHP dengan harga Rp12.000 per kilogramnya, atau Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Baca juga: Puluhan kios pangan di Kota Serang ditetapkan jadi penyalur beras SPHP
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti mengatakan, penyediaan beras SPHP pada operasi pasar juga dilakukan untuk membantu Bulog melakukan percepatan distribusi beras subsidi SPHP kepada masyarakat yang saat ini serapannya masih rendah, baru mencapai 4.000 ton per hari dari target 7.000 ton per harinya.
"Ya operasi ini kami lakukan sebagai arahan dari tim Inflasi, untuk mempercepat pendistribusian dan serapan beras SPHP kepada masyarakat ditengah tingginya harga beras saat ini. Di Kota Cilegon, kita lakukan dua kali dalam seminggu tidak hanya di pasar-pasar tetapi di juga di 43 kelurahan," kata Andriyanti.
Selain beras SPHP, operasi pasar juga menyediakan Minyakita dengan harga Rp15.700 per liternya, gula pasir seharga Rp17.000 per kilogram, bawnag putih Rp35.000 per kilogram dan bawang merah seharga Rp45.000 per kilogram.
Erna warga setempat mengatakan, ia sangat senang dan terbantu dengan kegiatan operasi pasar. Lantaran harganya lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar.
"Senang banget, harganya lebih murah kan, beras kalau di dalam sampe Rp15.000 sekilo di sini cuma Rp60.000 sekantong 5 kilogram. Minyak juga di dalam Rp18.000 seliter di sini cuma Rp15.700 per liter," tutup Erna.
Baca juga: Sidak Pasar Rau Serang, Mendagri sebut harga bahan pokok stabil
