Tangerang (ANTARA) - BCA Digital mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan menyalurkan kredit sebesar Rp8,6 triliun atau tumbuh 31 persen. Pertumbuhan ini turut mendorong laba bersih perseroan mencapai Rp213,4 miliar.
Selain itu, pendapatan operasional juga meningkat 38 persen menjadi Rp1,5 triliun, didukung kepercayaan lebih dari 3 juta nasabah serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 22 persen menjadi Rp14,3 triliun.
Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengatakan, pihaknya terus menargetkan nasabah yang aktif bertransaksi serta berkualitas. Salah satu layanan kredit yang ditawarkan yakni bluExtraCash dengan fasilitas pinjaman tunai hingga Rp50 juta.
Yoga menegaskan, perusahaan juga mengedepankan literasi digital agar fasilitas kredit dimanfaatkan sebagai dana darurat, bukan konsumtif, sehingga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di bawah 2 persen.
Baca juga: Perbankan siapkan penambahan kantor cabang di Indonesia timur
Seiring penguatan layanan, blu by BCA Digital juga menghadirkan fitur baru Tagih Tunai yang memungkinkan pengguna melakukan split bill tanpa harus menagih langsung kepada teman. Fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) ini memungkinkan pengguna cukup memindai struk pembayaran, memilih teman yang akan ditagih, serta menentukan menu yang dipesan.
Menurut Yoga, fitur tersebut mampu menghitung pembagian biaya secara otomatis, termasuk pajak, service charge, hingga biaya tambahan lainnya. Sistem AI akan menyesuaikan pembagian biaya berdasarkan menu yang dipilih masing-masing pengguna.
Selain itu, tersedia fitur pengingat yang membantu pengguna menagih pembayaran tanpa menimbulkan rasa sungkan.
Blu juga menghadirkan fitur pengaturan keuangan yang memisahkan alokasi dana untuk pengeluaran, tabungan, dan investasi sehingga membantu pengguna mengelola arus kas secara lebih terukur.
Baca juga: Mobil harga Rp300 jutaan ternyata masih jadi pilihan masyarakat
Sementara itu, Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti menyampaikan, inovasi blu berfokus pada kebutuhan pengguna. Menurutnya, setiap fitur dikembangkan sebagai solusi nyata bagi pengelolaan keuangan, khususnya bagi generasi muda.
Sebagai bentuk komitmen literasi keuangan, BCA Digital menghadirkan bluAcademy yang telah menjangkau 1.876 peserta dalam 17 batch dengan tingkat peningkatan literasi mencapai 96,5 persen. Selain itu, program bluAcademy TeensGuideintoFinance (TGIF) juga melibatkan 350 pelajar dari 10 sekolah di empat kota besar secara daring dan luring.
Dalam aspek keberlanjutan, blu turut menjalankan berbagai program sosial melalui #bluBuatBaik. Program tersebut antara lain distribusi 650 seragam sekolah bagi siswa di Alor, Nusa Tenggara Timur, serta kegiatan food recovery yang menyalurkan 500 porsi makanan dan mencegah sekitar 1 ton emisi karbon.
Tak hanya itu, BCA Digital juga menggandeng Rekosistem untuk mengelola sekitar 5.200 kilogram sampah kantor dengan prinsip zero residue yang setara pengurangan emisi karbon sekitar 1.400 kilogram CO2e. Bahkan, kartu fisik blu kini dibuat dari material daur ulang PVC yang mampu menekan limbah plastik hingga 700 kilogram serta mengurangi emisi karbon sekitar 1.500 kilogram CO2e.
Baca juga: Perbankan perdalam analisis calon debitur cegah KPR macet
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026