Serang (ANTARA) - PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten yang bergerak di bidang pangan, terus melaksanakan aksi korporasi yaitu melaksanakan kerjasama Sinergi Program Pemerintah dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten untuk mengelola Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Provinsi Banten guna mendukung visi kelima Gubernur & Wakil Gubernur Banten yaitu Banten Makmur.
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah bahwa jenis bahan pokok tertentu yang ditetapkan sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) terdiri dari 11 komoditas pangan strategis yaitu beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas, telur unggas, gula konsumsi, minyak goreng dan ikan.
Tahun ini, Provinsi Banten memiliki CPP untuk tiga komoditas yaitu komoditas beras, komoditas daging unggas dan komoditas telur unggas. Khusus komoditas beras sudah dikelola sejak tahun-tahun sebelumnya yang dikerjasamakan dengan Perum Bulog.
Sedangkan untuk komoditas daging unggas dan komoditas telur unggas pada tahun ini dikerjasamakan dengan PT ABM yang merupakan BUMD di bidang pangan milik Provinsi Banten.
Baca juga: Disperindag Banten stabilisasi harga Minyakita di Pasar Rangkasbitung
Kepala Bidang Gudang Cadangan Pangan PT ABM Rio Firmansyah dalam keterangannya di Serang, Jumat mengatakan penambahan komoditas CPP non beras ini merupakan salah satu inovasi di bidang pangan karena berdasarkan data hanya Provinsi Banten saja yang tahun ini menambahkan komoditas daging unggas dan telur unggas jika dibandingkan dengan provinsi lainnya yang masih fokus pada CPP beras.
CPP daging unggas yang dikelola, lanjut dia, sebanyak 5.900 kg dan CPP telur unggas yang dikelola sebanyak 5.900 kg dengan total 2 komoditas ini sebanyak 11.800 kg atau 11,8 ton.
Rio Firmansyah menjelaskan daging unggas yang saat ini ada tersimpan di cold storage dengan kapasitas 15 ton hasil kerjasama dengan Badan Pangan Nasional. Kondisi ini memperpanjang umur simpan produk sehingga tetap terjaga kualitas mutunya serta dapat dilepaskan kapanpun ketika masyarakat Provinsi Banten membutuhkan.
"Telur unggas kami bekerjasama dengan mitra-mitra peternak ayam petelur lokal yang berada di wilayah Serang dan sekitarnya sehingga manfaat program ini dapat dirasakan oleh para peternak lokal," katanya.
Baca juga: Plaza Banten catat kenaikan transaksi digital penjualan UMKM lokal
