Lebak (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada cuaca buruk yang ditandai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir/kilat di Provinsi Banten, Selasa.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas 1 Serang dalam laporan yang dikutip di Lebak, Selasa, mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca buruk yang ditandai potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir/kilat di Banten, meliputi Kabupaten Pandeglang bagian Selatan, Kabupaten Lebak bagian Selatan, Kabupaten Serang bagian Selatan.
Selain itu juga pelaku pelayaran, nelayan, dan masyarakat, diimbau waspada potensi tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter di Selat Sunda barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, dan perairan selatan Lebak.
Tiupan angin bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 0,5-35 km/jam dan suhu udara 23 - 33 derajat Celcius serta tingkat kelembapan udara 55 – 95 persen.
Baca juga: BPBD Lebak minta warga waspadai bencana akibat curah hujan meningkat
Sedangkan pagi pagi hari cerah berawan hingga berawan, kemudian hujan ringan di Cimanggu, Panimbang, Cikeusik, Munjul, Gunung Kencana, Cijaku, Leuwidamar, Cigemblong, Curugbitung dan Cibeber.
Pada siang hari cerah berawan hingga berawan dan hujan sedang di Pamarayan, Cikeusal, Cibaliung, Cikeusik, Munjul, Malingping, dan Wanasalam. Sementara hujan ringan di Solear, Tigaraksa, Sumur, Cimanggu, Cigeulis, Panimbang, Labuan, Panggarangan, Leuwidamar, Bojongmanik, Gunung Kencana, Rangkasbitung, Cibeber, Cigemblong, Cikande, Kopo, Jawilan.
Kemudian pada malam hari berawan dan dini hari berawan hujan hujan ringan berpotensi terjadi di Anyer, Cinangka, Padarincang, Carita, Labuan, Panimbang, Mandalawangi, Pulosari, Puloampel, dan Pontang.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan pihaknya telah menyampaikan peringatan kewaspadaan menghadapi cuaca buruk tersebut karena berpotensi menimbulkan bencana alam.
"Kami sudah mempersiapkan peralatan evakuasi jika terjadi bencana alam untuk mengurangi risiko kebencanaan," katanya.
Baca juga: Gempa Bengkulu, 192 rumah rusak dan 800 jiwa terdampak
