Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menargetkan jumlah kunjungan wisata perayaan tradisi ritual Seba Badui 2025 yang dipusatkan di Alun-Alun Rangkasbitung, 2-4 Mei sebanyak 35 ribu wisatawan.
"Tahun ini kita menargetkan kunjungan perayaan tradisi Seba Badui 35 ribu wisatawan. Untuk tahun lalu 30 ribu wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahayidin di Lebak, Jumat.
Perayaan tradisi Seba masyarakat Badui tahun 2025 itu masuk tahun keempat dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Program KEN itu agar perayaan tradisi Seba masyarakat Badui dapat dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara sehingga mendongkrak pendapatan ekonomi pelaku usaha.
Di mana perayaan Seba disediakan pameran ekonomi kreatif masyarakat yang menjual aneka makanan kuliner khas daerah, termasuk produk kerajinan Badui.
Baca juga: Warga Badui rayakan tradisi Seba berkunjung ke kepala daerah
Para pelaku ekonomi itu menempati 40 gerai atau kios dengan menampilkan produksi kerajinan masyarakat Badui diantaranya kain tenun tradisional,tas koja, batik, lomar, baju kampret, selendang,madu hutan dan lainnya.
Harga produk kerajinan masyarakat Badui itu dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp750 ribu juga aneka makanan kuliner khas daerah," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi mengatakan perayaan tradisi Seba Badui dihadiri 1.769 warga Badui Luar dan Badui Dalam sebagai ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi selama setahun, sehingga wajib dilakukan perayaan persembahan bersama kepala daerah yakni Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni.
Baca juga: Dukung kelestarian adat, PLN Banten siap sukseskan perayaan Seba Badui
Perayaan Seba Badui 2025 masuk kategori Seba Gede (Seba besar) dengan jumlah sebanyak 1.769 orang, sedangkan Seba kecil 1.200 orang.
Dalam perayaan itu dihadiri 100 warga Badui Dalam dan mereka berjalan kaki sejauh 35 kilometer dari Kampung Badui Dalam berangkat subuh dan dan tiba di Rangkasbitung pukul 13.00 WIB.
Upacara ritual Seba Badui merupakan puncak dari rangkaian adat masyarakat Badui setelah menjalani tradisi Kawalu, berupa puasa selama tiga bulan.
"Dengan Seba Badui itu tentu dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa juga nilai -nilai toleransi,dimana bangsa ini memiliki keberagaman suku, budaya, sosial dan agama," katanya.
Baca juga: "Pesta Demokrasi Dalam Balutan Tradisi Badui" sabet penghargaan APFI 2025
