Tangerang, (ANTARABanten) - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menargetkan sebanyak 66 orang pria dapat mengikuti metode KB vasektomi.
"Kesadaran pria untuk melakukan KB dengan metode vasektomi masih rendah. Maka, perlu dilakukan sosialisasi agar target tercapai," kata Kasubid Pelayanan KB Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Tangsel, Mercy Aprianti dihubungi, Senin.
Mercy mengatakan, dari target vasektomi tahun ini sebanyak 66 orang, hingga kini baru terealisasi 4 orang. Meski demikian, pihaknya meyakini target tersebut tercapai.
Ia menjelaskan, mitos mengenai Vasektomi yang dianggap sama dengan dikebiri masih menjadi hal menakutkan para pria untuk melakukan KB dengan metode ini.
"Harus dibedakan, Vasektomi, bukanlah dikebiri. Para pria masih dapat utuh memiliki kelaminnya" kata Mercy menjelaskan.
Ia menjelaskan Vasektomi adalah pengikatan dan pemotongan saluran benih sehingga tertutup dan tidak dapat menyalurkan spermatozoa. "Metode ini efektif mencegah kehamilan lebih dari 99 persen" katanya.
Selama ini, tambah dia, para pria lebih banyak menggunakan alat KB kondom. Padahal kondom memiliki tingkat kegagalan cukup tinggi, terlebih jika penggunaannya tidak tepat.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, untuk memiliki keluarga yang berkualitas, sebaiknya pasangan suami istri merencanakan dua anak saja.
"Untuk mewujudkan hal tersebut, bukan hanya tanggung jawab istri, namun peran suami juga dituntut disini," katanya.
Di Tangsel sendiri, menurut dirinya sosialisasi mengenai Program Keluarga Berencana terus digalakkan. Ia optimistis 57 persen penduduk di Tangsel sudah mengerti manfaat dari ber-KB.
Namun, untuk implementasi dilapangan, diakui Mercy masih terkendala personil. "Kami belum memiliki PLKB atau Petugas Lapangan Keluarga Berencana," katanya.
Sehingga, sosialisasi mengenai KB khususnya yang jangka panjang seperti Vasektomi, Tubektomi, Implant, Susuk, dan IUD masih kurang peminat.
Umumnya masyarakat masih menggunakan alat KB yang mudah didapat dan jangka pendek seperti suntik, pil dan kondom.
"Kami sedang upayakan dengan berbagai kegiatan agar capaian masyarakat dapat mengikuti program KB dapat terealisasi," katanya.
