• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News banten
Sabtu, 31 Januari 2026
Antara News banten
Antara News banten
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Pelabuhan Muara Angke padat, KKP lakukan penataan kapal

      Pelabuhan Muara Angke padat, KKP lakukan penataan kapal

      Jumat, 30 Januari 2026 17:16

      TNI-Polri beri layanan kesehatan keliling untuk korban bencana Sumatera

      TNI-Polri beri layanan kesehatan keliling untuk korban bencana Sumatera

      Jumat, 30 Januari 2026 16:35

      Cuaca hujan dan hujan petir berpotensi turun di mayoritas kota besar

      Cuaca hujan dan hujan petir berpotensi turun di mayoritas kota besar

      Jumat, 30 Januari 2026 7:17

      Andra Soni buka ruang kritik konstruktif perbaiki tata kelola Banten

      Andra Soni buka ruang kritik konstruktif perbaiki tata kelola Banten

      Jumat, 30 Januari 2026 5:16

      Sukseskan HPN 2026, Pemprov Banten libatkan lintas OPD

      Sukseskan HPN 2026, Pemprov Banten libatkan lintas OPD

      Jumat, 30 Januari 2026 3:22

  • Seputar Banten
    • 1.403 personel amankan laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta

      1.403 personel amankan laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta

      Jumat, 30 Januari 2026 13:54

      Polisi bantu koordinasi penanganan rumah roboh di Tangerang

      Polisi bantu koordinasi penanganan rumah roboh di Tangerang

      Jumat, 30 Januari 2026 8:05

      Pemkab Serang bangun kolam retensi untuk atasi banjir di Kibin

      Pemkab Serang bangun kolam retensi untuk atasi banjir di Kibin

      Kamis, 29 Januari 2026 21:12

      Basarnas temukan jasad pemuda tenggelam di Sungai Cimanceuri Tangerang

      Basarnas temukan jasad pemuda tenggelam di Sungai Cimanceuri Tangerang

      Kamis, 29 Januari 2026 19:09

      Polisi ungkap hasil mediasi antara guru dan murid di Tangerang Selatan

      Polisi ungkap hasil mediasi antara guru dan murid di Tangerang Selatan

      Kamis, 29 Januari 2026 12:30

  • DPRD Banten
    • Legislator Tangerang: Perbaikan jalan harus diimbangi penataan drainase

      Legislator Tangerang: Perbaikan jalan harus diimbangi penataan drainase

      Rabu, 21 Januari 2026 9:25

      DPRD Kota Tangerang tekankan pengelolaan sampah di hulu lebih masif

      DPRD Kota Tangerang tekankan pengelolaan sampah di hulu lebih masif

      Jumat, 16 Januari 2026 14:10

      DPRD harapkan capaian CKG 2026 di Tangerang makin banyak

      DPRD harapkan capaian CKG 2026 di Tangerang makin banyak

      Selasa, 6 Januari 2026 10:22

      Pemprov-DPRD Banten sepakati perda Bank Banten dan Jamsostek

      Pemprov-DPRD Banten sepakati perda Bank Banten dan Jamsostek

      Rabu, 24 Desember 2025 7:55

      DPRD Kota Serang dukung penuh PSEL senilai Rp5,7 triliun

      DPRD Kota Serang dukung penuh PSEL senilai Rp5,7 triliun

      Selasa, 9 Desember 2025 3:08

  • Ekonomi
    • Ketua OJK juga ikut mengundurkan diri

      Ketua OJK juga ikut mengundurkan diri

      Jumat, 30 Januari 2026 19:20

      Pertamina Patra RJBB dan Polda Jabar sepakati kerja sama penyediaan BBM 2026

      Pertamina Patra RJBB dan Polda Jabar sepakati kerja sama penyediaan BBM 2026

      Jumat, 30 Januari 2026 17:54

      Summarecon hadirkan konsep wellness untuk hidup sehat dari rumah

      Summarecon hadirkan konsep wellness untuk hidup sehat dari rumah

      Jumat, 30 Januari 2026 17:48

      Pemerintah yakini "free float" 15 persen pulihkan kepercayaan pasar

      Pemerintah yakini "free float" 15 persen pulihkan kepercayaan pasar

      Jumat, 30 Januari 2026 15:04

      Harga cabai ditingkatan pengecer di Lebak merangkak naik

      Harga cabai ditingkatan pengecer di Lebak merangkak naik

      Jumat, 30 Januari 2026 14:21

  • Gaya Hidup
    • Syuting film Korea berikan dampak positif promosi Kota Tangerang

      Syuting film Korea berikan dampak positif promosi Kota Tangerang

      Jumat, 30 Januari 2026 21:07

      Tanjung Lesung perkuat komitmen kembangkan pariwisata berkelanjutan

      Tanjung Lesung perkuat komitmen kembangkan pariwisata berkelanjutan

      Jumat, 30 Januari 2026 12:05

      Ini jalan di Kota Tangerang yang direkayasa untuk syuting film Extraction: Tygo

      Ini jalan di Kota Tangerang yang direkayasa untuk syuting film Extraction: Tygo

      Kamis, 29 Januari 2026 14:06

      Film "Para Perasuk" tembus Sundance 2026 kategori prestisius

      Film "Para Perasuk" tembus Sundance 2026 kategori prestisius

      Kamis, 29 Januari 2026 8:40

      Pemprov Banten percepat regulasi kreatif dorong ekosistem inklusif

      Pemprov Banten percepat regulasi kreatif dorong ekosistem inklusif

      Kamis, 29 Januari 2026 5:50

  • Olahraga
    • Persita Tangerang menyerah dari tamunya Persija Jakarta 0-2

      Persita Tangerang menyerah dari tamunya Persija Jakarta 0-2

      Jumat, 30 Januari 2026 18:17

      Bhayangkara FC bertekad curi poin di kandang Malut United

      Bhayangkara FC bertekad curi poin di kandang Malut United

      Jumat, 30 Januari 2026 15:38

      Gubernur Banten dukung atlet paralimpik berprestasi ke tingkat dunia

      Gubernur Banten dukung atlet paralimpik berprestasi ke tingkat dunia

      Jumat, 30 Januari 2026 14:44

      Persita Tangerang siaga satu hadang mesin gol Persija Jakarta

      Persita Tangerang siaga satu hadang mesin gol Persija Jakarta

      Jumat, 30 Januari 2026 11:23

      BIS jadi saksi Adhyaksa FC cetak rekor kalahkan Sriwijaya FC 15-0

      BIS jadi saksi Adhyaksa FC cetak rekor kalahkan Sriwijaya FC 15-0

      Jumat, 30 Januari 2026 6:52

  • Kesra
    • Disnaker Kota Tangerang gelar bursa kerja, sediakan 1.450 lowongan

      Disnaker Kota Tangerang gelar bursa kerja, sediakan 1.450 lowongan

      Jumat, 30 Januari 2026 22:09

      Dinkes Tangerang: Luangkan waktu bersihkan rumah untuk cegah DBD

      Dinkes Tangerang: Luangkan waktu bersihkan rumah untuk cegah DBD

      Jumat, 30 Januari 2026 20:34

      Antisipasi virus Nipah, Dinkes Tangerang perkuat kesiapan faskes

      Antisipasi virus Nipah, Dinkes Tangerang perkuat kesiapan faskes

      Jumat, 30 Januari 2026 17:42

      Dahnil Anzar ingatkan kembali petugas haji melayani bukan nebeng berhaji

      Dahnil Anzar ingatkan kembali petugas haji melayani bukan nebeng berhaji

      Jumat, 30 Januari 2026 12:54

      1.108 warga Serang masih bertahan di pengungsian

      1.108 warga Serang masih bertahan di pengungsian

      Jumat, 30 Januari 2026 2:55

  • Polhukam
    • Hari ini, KPK panggil tersangka kasus kuota haji Yaqut Cholil Qoumas

      Hari ini, KPK panggil tersangka kasus kuota haji Yaqut Cholil Qoumas

      Jumat, 30 Januari 2026 9:03

      TMMD di Serang fokus bangun infrastruktur dan rumah warga

      TMMD di Serang fokus bangun infrastruktur dan rumah warga

      Jumat, 30 Januari 2026 4:39

      Polisi Tangerang tangkap pelaku pemalsuan SIM hingga Ijazah

      Polisi Tangerang tangkap pelaku pemalsuan SIM hingga Ijazah

      Kamis, 29 Januari 2026 17:47

      Dongkrak industri dalam negeri, Komisi VII DPR sempurnakan regulasi

      Dongkrak industri dalam negeri, Komisi VII DPR sempurnakan regulasi

      Kamis, 29 Januari 2026 15:42

      Polres Serang cek keselamatan pangan program MBG

      Polres Serang cek keselamatan pangan program MBG

      Kamis, 29 Januari 2026 15:32

  • Banten Dalam Foto
    • Banjir di Periuk Tangerang

      Minggu, 25 Januari 2026 22:11

      Banjir masih merendam Desa Pasir Ampo di Tangerang

      Minggu, 25 Januari 2026 22:10

      Dewa United Banten menang atas Tangerang Hawks

      Minggu, 25 Januari 2026 22:07

      Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 tiba di Bandara Soetta

      Minggu, 25 Januari 2026 22:06

      Kinerja kegiatan dunia usaha tetap terjaga

      Minggu, 25 Januari 2026 22:05

Komodo, dan Aksi perburuan liar serta ancaman terhadap kepunahannya

Kamis, 15 Agustus 2019 23:54 WIB

Komodo, dan Aksi perburuan liar serta ancaman terhadap kepunahannya

Punahnya Komodo di Pulau Padar (ANTARA Foto/Ist)

Sejak tahun 2000, populasi Komodo di Pulau Padar tidak ditemukan lagi. Tidak ada lagi kotoran Komodo yang ditemukan di atas pulau tersebut. "Komodo di Pulau Padar sudah punah total," kata Ramang Isaka, salah seorang kepala seksi pengelolaan Balai TNK

Kupang (ANTARA) - Sejumlah media massa nasional pada Agustus 2008 pernah menulis tentang punahnya Komodo (Varanus Komodoensis), bintang purba langka raksasa di Pulau Padar, sebuah pulau kecil dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Sejak tahun 2000, populasi Komodo di Pulau Padar tidak ditemukan lagi. Tidak ada lagi kotoran Komodo yang ditemukan di atas pulau tersebut. "Komodo di Pulau Padar sudah punah total," kata Ramang Isaka, salah seorang kepala seksi pengelolaan Balai TNK di Pulau Padar, kala itu.

Belum diketahui pasti penyebab punahnya binatang langka tersebut, namun diduga kuat akibat aksi perburuan liar terhadap mangsanya Komodo seperti rusa dan babi serta perubahan lingkungan akibat pembakaran liar menjadi penyebab punahnya Komodo.

Antara tahun 1980-1990-an, populasi Komodo di Pulau Padar masih banyak, tetapi akibat ulah para pemburu liar yang membakar hutan di kawasan itu membuat ruang gerak Komodo semakin terjepit dan kemungkinan puluhan ekor Komodo ikut terbakar.

Secara keseluruhan, jumlah Komodo yang masih hidup diperkirakan 2.500 ekor yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca serta Pulau Gili Motang, dan biawak Komodo hanya dapat bertahan hidup di lokasi yang memiliki ketersediaan air yang cukup, tempat berlindungnya aman, banyak pohon rimbun serta makanan berlimpah.

"Kami masih melakukan penyelidikan tentang penyebab utama kepunahan Komodo di Pulau Padar. Kami akan melakukan survei untuk mengetahui pasti kondisi alam Pulau Padar sekaligus menginventarisir jenis-jenis makanan Komodo yang masih ada di kawasan itu," kata Ramang Isaka.

Di sisi lain, arus kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke kawasan itu, terus bertambah beberapa tahun terakhir. Sampai dengan semester pertama 2008, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 2.800 orang.

Sebagian besar wisatawan menjadikan kawasan Taman Nasional Komodo sebagai tujuan utama, seperti para wisatawan berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, Australia, Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya.

Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) akan ditutup pemerintah mulai 2020 untuk kepentingan konservasi (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Pada tahun 2012, populasi Komodo di TNK dilaporkan mencapai 4.647 ekor, yang menyebar di Pulau Komodo sebanyak 2.065 ekor, Pulau Rinca sekitar 2.355 ekor, Pulau Gili Motang 131 ekor dan di Pulau Nusa Kode hanya sekitar 95 ekor.

Sementara di Pulau Padar sudah tidak ditemukan lagi Komodo di sana. "Kami menduga makanan bagi binatang purba yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia (New7 Wonders) seperti rusa, kerbau, kera dan binatang sejenisnya sudah habis," kata Kepala TNK (waktu itu) Sustyo Iriyono.

Komodo muda ini sampai berumur dua tahun menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pohon untuk melindungi diri dari serangan Komodo yang lebih besar atau predator lainnya seperti babi hutan. Komodo dewasa memangsa rusa, babi hutan, kuda, dan kerbau air.


Simbol nasional

Komodo juga memakan bangkai binatang. Binatang purba raksasa ini menggunakan lidahnya untuk mencium bau dan dapat mencium bau hingga jarak 5 kilometer. Dan, air liur Komodo mengandung banyak bakteri mematikan.

Terdapat lebih dari 60 jenis bakteri yang terdapat di dalam air liur Komodo dan paling tidak, salah satu di antaranya dapat menyebabkan keracunan pada darah. Mangsa yang digigit dapat mati dalam waktu sehari atau sampai beberapa minggu kemudian akibat keracunan dalam darahnya.

Iriyono menjelaskan, musim kawin Komodo terjadi pada bulan Juli-Agustus. Komodo betina dapat menghasilkan telur lebih dari 30 butir setiap sarang dan akan menetas 5-6 bulan kemudian.

Kawasan Pulau Padar kemudian ditetapkan sebagai bagian dari Taman Nasional Komodo pada 6 Maret 1980 dan dinyatakan sebagai Cagar Manusia dan Biosfer pada 1977 sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991.

Selain itu, Komodo juga dinobatkan sebagai Simbol Nasional oleh Presiden Soeharto pada tahun 1992 sebagai Kawasan Perlindungan Laut, dan juga sebagai salah satu Taman Nasional Model di Indonesia pada tahun 2006.

Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 hektar, meliputi wilayah daratan dan lautan dengan lima pulau utama, yakni Pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang, Nusa Kode, dan juga pulau-pulau kecil lainnya.

Kepulauan tersebut dinyatakan sebagai taman nasional untuk melindungi Komodo yang terancam punah dan habitat serta keanekaragaman hayatinya di wilayah tersebut. Sedang, taman lautnya dibentuk untuk melindungi biota laut yang sangat beragam di wilayah perairan sekitarnya.

Sejak populer beberapa tahun belakangan, jumlah pengunjung taman nasional ini terus bertambah, sehingga dipastikan bisa menganggu habitat Komodo secara tidak langsung. Hal itu ikut memicu wacana penutupan sementara Taman Nasional Komodo mulai 2020.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskoda menutup sementara Taman Nasional Komodo guna menata ulang taman itu agar jadi indah, aman, dan lebih teroganisir dari sebelumnya.

Mulai dari menata ketersediaan makanan komodo agar terjamin, melestarikan hutan, juga lingkungan guna menjaga habitat Komodo. Penataan taman ini juga dilakukan untuk melindungi Komodo dari kepunahan.

Direvitalisasi

Sejak tahun 2010, jumlah pengunjung Taman Nasional Komodo tercatat sekitar 44.672, tahun 2011 ada 48.010 pengunjung, tahun 2012 ada 49.982 pengunjung, 63.801 pengunjung di tahun 2013, dan tahun 2014 ada 80.626 pengunjung.

Angka semakin meningkat pada 2015, yakni 95.410 pengunjung dan tahun 2016 ada 107.711 pengunjung. Sementara hingga bulan September 2017 jumah pengunjung mencapai 98.305 orang.

Banyaknya pengunjung yang datang ke taman ini mengganggu habitat Komodo secara tidak langsung. Gerak-gerik wisatawan yang datang ke taman ini tak memberi perlindungan yang baik dan merusak habitat hewan purba tersebut.

Ditutupnya Pulau Komodo diharapkan akan mengurangi perburuan liar dan meningkatkan populasi rusa agar makanan utama Komodo lebih terjamin. Pemerintah akan meningkatkan populasi komodo dengan memperbaiki habitatnya dan menjamin makanan agar tidak ada Komodo memakan Komodo sehingga dapat meningkatkan populasi hewan ini.

Satwa Komodo di Pulau Komodo tidak boleh mengalami kepunahan seperti yang terjadi di Pulau Padar.

"Komodo di Pulau Padar sudah punah total, ini menjadi salah satu alasan mendasar mengapa Pemerintah Provinsi NTT ingin Pulau Komodo direvitalisasi agar nasib komodo di pulau itu tidak sama dengan di Pulau Padar,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Wayan Darmawa.

Populasi komodo yang mendiami Pulau Padar antara 1980 hingga 1990-an masih banyak, namun seiring perjalanan waktu satwa tersebut mengalami kepunahan akibat sejumlah faktor seperti perburuan liar hewan yang menjadi rantai makanan komodo maupun perubahan lingkungan akibat pembakaran hutan.

Pihaknya memiliki catatan terkait populasi komodo di TNK pada 2014 sebanyak 3.093 ekor, namun menurun menjadi 3.012 ekor pada 2015 dan menurun drastis pada 2016 menjadi 2.430 ekor. Sedangkan pada 2017 populasi komodo sedikit bertambah menjadi 2.884 ekor dan pada 2019 menjadi 2.897 ekor.

Ia menambahkan, ada sejumlah strategi yang telah dipersiapkan pemerintah provinsi di antaranya, pemulihan habitat komodo seperti keadaan semula menjadi binatang liar, peningkatan ekosistem komodo, dan peningkatan rantai pasoakan makanan.

Selain itu, akan dilakukan penataan pengelolaan berupa satu pintu masuk ke TNK serta kemitraan pengelolaan antara pemerintah pusat dan daerah, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menghuni pulau-pulau di dalam kawasan tersebut.

Dengan langkah itu, populasi Komodo diharapkan tetap lestari di Pulau Komodo, bahkan terus bertambah agar tidak mengalami kepunahan seperti di Pulau Padar.

Pewarta: Laurensius Molan
Editor : Sambas
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Sandiaga: Seusai ditata Taman Nasional Komodo NTT epik terlebih

Sandiaga: Seusai ditata Taman Nasional Komodo NTT epik terlebih

25 Juli 2022 20:35

Anggota DPD: Proyek wisata premium bisa musnahkan komodo

Anggota DPD: Proyek wisata premium bisa musnahkan komodo

31 Oktober 2020 09:31

IWP, Adupi, dan Le Minerale kelola sampah plastik di Pulau Komodo

IWP, Adupi, dan Le Minerale kelola sampah plastik di Pulau Komodo

8 Oktober 2020 22:06

Pemprov minta penutupan Bandara Komodo dikaji ulang

Pemprov minta penutupan Bandara Komodo dikaji ulang

25 Maret 2020 16:28

Pulau Komodo, NTT menuju wisata kelas dunia

Pulau Komodo, NTT menuju wisata kelas dunia

7 Oktober 2019 14:50

BBKSDA pilih Pulau Ontoloe jadi lokasi pelepasliaran komodo

BBKSDA pilih Pulau Ontoloe jadi lokasi pelepasliaran komodo

11 Juli 2019 15:05

Mencari nyamanan berwisata di NTT

Mencari nyamanan berwisata di NTT

15 Juni 2019 10:42

Artis Cita Citata kenal NTT karena Komodo

Artis Cita Citata kenal NTT karena Komodo

12 April 2019 17:01

Terpopuler

Wow, harga emas Antam hari ini tembus Rp2.917.000 per gram

Wow, harga emas Antam hari ini tembus Rp2.917.000 per gram

Petani Lebak suplai daun pakis dan rebung ke Jakarta

Petani Lebak suplai daun pakis dan rebung ke Jakarta

Info harga emas Antam hari ini, naik Rp7.000 per gram

Info harga emas Antam hari ini, naik Rp7.000 per gram

Info harga emas Antam, turun Rp1.000 per gram

Info harga emas Antam, turun Rp1.000 per gram

Persita Tangerang siaga satu hadang mesin gol Persija Jakarta

Persita Tangerang siaga satu hadang mesin gol Persija Jakarta

Top News

  • Wow, harga emas Antam hari ini tembus Rp2.917.000 per gram

    Wow, harga emas Antam hari ini tembus Rp2.917.000 per gram

    26 Januari 2026 09:07

  • Satu warga meninggal akibat bangunan masjid di Serang ambruk

    Satu warga meninggal akibat bangunan masjid di Serang ambruk

    22 Januari 2026 15:09

  • Oknum guru SD Tangsel diduga cabuli belasan anak didiknya

    Oknum guru SD Tangsel diduga cabuli belasan anak didiknya

    20 Januari 2026 13:14

  • Banjir setinggi hingga dua meter rendam perumahan di Tangerang

    Banjir setinggi hingga dua meter rendam perumahan di Tangerang

    14 Januari 2026 14:11

  • Bandara Soetta alihkan pendaratan sejumlah pesawat akibat cuaca buruk

    Bandara Soetta alihkan pendaratan sejumlah pesawat akibat cuaca buruk

    12 Januari 2026 17:00

Antara News banten
banten.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Banten
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kesra
  • Polhukam
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA