Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, menerjunkan tim kesehatan untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir setinggi dua meter yang terjadi di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah di Tangerang, Rabu, menyampaikan bahwa tim kesehatan Polri ini berasal dari personel satuan kedokteran, yang mana mereka ditugaskan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan warga terdampak banjir.
"Kami siagakan anggota kami standby disini termasuk peralatan medis. Kebetulan dari Dokes Polri sudah hadir untuk memberikan obat-obat yang sifatnya diperlukan oleh warga termasuk logistik," terangnya.
Baca juga: Meluas, Pemkab Tangerang tetapkan status darurat bencana banjir
Ia mengatakan, pemeriksaan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir akibat luapan sungai ini juga dilakukan di beberapa titik bencana. Khusus untuk wilayah hukum Polresta Tangerang terdapat tiga titik lokasi dan yang paling parah berada di Perumahan Taman Cikande.
Selain tim kesehatan, pihaknya juga menerjunkan personel unit Sabara dan Babinkabtibmas untuk ikut membantu penanganan dan evakuasi korban bencana.
"Kalau saat ini di lokasi kurang lebih sebanyak 70 personel, tadi saya buatkan surat perintah secara bergantian untuk bertugas," ucapnya.
Dalam hal ini, jajaran kepolisian setepat juga terus melakukan koordinasi antar instansi sebagai memantau perkembangan situasi bencana dan penanganan lanjutan.
"Saat ini ada tiga lokasinya yaitu di Kecamatan Kresek, Tigaraksa, kemudian yang ini di Jayantin. Jadi tiga lokasi ini yang memang cukup lumayan parah terdampak dari segi kedalamannya," paparnya.
Baca juga: Atasi banjir, Pemkab Tangerang bangun infrastruktur pompa air
Kapolres bilang, sebagaimana menanggapi status kedaruratan bencana banjir oleh pemerintah daerah setempat, maka pihaknya akan menerjunkan sebanyak 274 personel yang tersebar di 10 Polsek.
"Untuk personil Polri sendiri kami libatkan sebanyak 274 personil," kata dia.
Sebelumnya, terdapat 222 kepala keluarga (KK) di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, terendam bencana alam banjir dengan ketinggian 70 centimeter hingga 2 meter akibat luapan Sungai Cidurian.
"Yang terdampak banjir ini mencakup RT 04, sebanyak 17 KK, RT 05 sebanyak 62 KK. Namun untuk total keseluruhan yang terdampak sekarang ini 222 KK," ungkap Ketua RW 03, Fiktor Silaen.
Banjir yang melanda wilayahnya itu diperkirakan akan terus bertambah karena volume air semakin meluas akibat luapan Sungai Cidurian tersebut. Bahkan, katanya, ketinggian air saat ini telah mencapai 2 meter.
"Ketinggian air sampai dua meter untuk update sekarang kondisi banjir ini khusus yang di Perumahan Taman Cikande terus meluas," ungkap dia.
Baca juga: Ratusan korban banjir di Tangerang butuh bantuan logistik
