Tangerang Selatan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel), Polda Metro Jaya, mengungkap penyebab kematian ELN (38), seorang ibu rumah tangga yang ditemukan tenggelam di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong, Tangsel, Banten.
Kanit Reskrim Polsek Serpong, Ajun Komisaris Joko Aprianto di Tangerang, Senin mengatakan bahwa insiden tenggelamnya IRT ini didasari atas sakit hati karena hubungan asmara.
"Hasil pemeriksaan, dari keterangan saksi itu pacaran kurang lebih dua bulan, karena ada ketidakcocokan saksi ini ingin putus dengan korban, tapi korban tidak mau untuk diputus," terangnya.
Baca juga: Polisi tetapkan dua tersangka kasus ledakan gedung farmasi Tangsel
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil keterangan saksi berinisial NY (23), bahwa korban sempat cekcok dengannya atas perdebatan hubungan gelapnya.
Dia mengaku, karena ada ketidakcocokan saksi ini ingin putus dengan korban dan lantas mengajak korban untuk berdiskusi.
Kendati, setelah saksi mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri hubungan terlarangnya. Namun, korban langsung lari ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk berniat mengakhiri hidupnya.
"Tau-tau korban meninggalkan saksi dan lari, setelah diikuti saksi, korban tau-tau sudah lompat ke tandon," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Banten apresiasi Cetar Polres Tangsel, efektif tekan tawuran
Dalam situasi tersebut, saksi pun berupaya untuk menolong korban namun terlepas dan mencari pertolongan pertama akan tetapi korban sudah tenggelam.
"Kemudian di carilah kita minta bantuan BPBD untuk bantuan evakuasi. Diduga meninggalnya karena tenggelam, dan tidak bisa berenang," ungkapnya.
Jasad korban yang sudah tidak bernyawa langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.
"Korban sudah dibawa ke rumah duka di Babakan Pocis, Kecamatan Setu untuk dimakamkan," kata dia.
Baca juga: Polda Banten pastikan tersangka pembunuhan anak di Cilegon ditangkap
