Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi inovasi Program Cegah Tawuran (Cetar) dan Sistem Keamanan Lingkungan Terpadu yang dijalankan Polres Tangerang Selatan, karena dinilai efektif menekan angka tawuran remaja dan gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Apresiasi itu disampaikan Andra Soni saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Kapolres Tangerang Selatan dan jajaran di Markas Polres Tangerang Selatan, Minggu.
Gubernur dalam keterangannya di Kota Serang mengatakan, Kota Tangerang Selatan memiliki karakteristik khusus sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan tingkat heterogenitas penduduk yang tinggi, sehingga membutuhkan pendekatan pengamanan yang adaptif dan berbasis pencegahan.
“Provinsi Banten ini unik. Wilayah hukumnya terbagi dua, yakni Polda Banten dan Polda Metro Jaya. Ada delapan polres yang wilayah kerjanya melintas batas administrasi kabupaten dan kota,” ujar Andra Soni.
Baca juga: Pemkot Serang terima Bankeu Rp65 miliar dari sampah Tangsel
Menurut dia, koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan jajaran kepolisian selama ini berjalan baik, termasuk dalam menangani persoalan keamanan yang melibatkan pelajar tingkat SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, komunikasi kami sangat cair, baik dengan wali kota maupun Kapolres Tangerang Selatan,” katanya.
Andra menilai Program Cetar relevan dengan perubahan pola tawuran remaja yang kini tidak lagi mengenal waktu dan dapat terjadi hingga malam hari. Ia menyebut program tersebut mampu menjawab tantangan keamanan di wilayah perkotaan yang majemuk.
“Kota Tangsel adalah miniatur Indonesia. Semua suku dan agama ada di sini. Pola tawuran saat ini telah berubah dibandingkan masa lalu. Alhamdulillah, berkat Program Cetar, angka tawuran kini menurun signifikan,” ujarnya.
Baca juga: Polisi tetapkan dua tersangka kasus ledakan gedung farmasi Tangsel
Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D H Inkiriwang mengatakan Program Cetar dirancang dengan pendekatan preventif melalui penyuluhan, pembinaan, dan keterlibatan berbagai pihak.
“Telah dilaksanakan sebanyak 6.625 kegiatan yang mampu menekan angka tawuran hingga 60 persen. Selain itu, tercatat penurunan 40 persen fatalitas atau korban meninggal dunia dan luka berat akibat tawuran,” kata Victor.
Selain Program Cetar, Polres Tangerang Selatan juga memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan Siskamling Terpadu di 328 titik serta meningkatkan patroli preventif untuk menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
Victor menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap upaya pencegahan gangguan kamtibmas di wilayah Tangerang Selatan.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membantu dan mendorong program-program Polres Tangerang Selatan,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Andra Soni dorong langkah darurat dan solusi atasi sampah Tangsel
