Tangerang (ANTARA) - Eka Hospital melalui Gatam Institute berhasil mencatatkan pencapaian dengan menyelesaikan 100 operasi total knee replacement (TKR) menggunakan teknologi robotik Velys dengan hasil nol persen infeksi dan n persen mortalitas.
"Pencapaian yang diraih dalam kurun waktu 1,5 tahun ini sekaligus menegaskan komitmen Eka Hospital menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan standar internasional di Indonesia," kata CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati
Ia mengatakan keberhasilan yang sudah tercatat, menempatkan Eka Hospital sejajar dengan pusat - pusat ortopedi terkemuka, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan bedah presisi berbasis teknologi mutakhir di bawah pengembangan Gatam Institute.
Baca juga: Baru, Eka Hospital hadirkan pusat terapi kanker berbasis teknologi proton
Selain itu, pencapaian 100 kasus ini merupakan tonggak penting bagi Eka Hospital dan tim medis ortopedi. Tidak hanya menunjukkan konsistensi penggunaan teknologi robotik Velys dalam praktik klinis, tetapi juga mencerminkan kematangan sistem, kompetensi tim multidisiplin, serta protokol keselamatan pasien yang ketat.
“Pencapaian 100 kasus ini bukanlah akhir, melainkan fondasi untuk layanan ortopedi yang semakin unggul dan berkelas dunia” ujarnya.
Sementara itu Chairman Gatam Institute dr. Luthfi Gatam menjelaskan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara kemajuan teknologi dan kompetensi dari tim medis.
“Capaian nol persen infeksi dan nol persen mortalitas bukan semata soal angka, tetapi mencerminkan integrasi yang kuat antara teknologi mutakhir, kompetensi dokter, protokol keselamatan pasien, serta sistem kendali mutu yang ketat di bawah Gatam Institute,” jelasnya.
Baca juga: Catat, gaya hidup tak teratur hingga stres bisa picu sperma kosong
Capaian yang didapat memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat dan tenaga kesehatan. Terlihat adanya peningkatan pasien rujukan dari berbagai daerah di Indonesia yang mencari layanan ortopedi dengan teknologi mutakhir dan rekam jejak keselamatan yang baik.
"Eka Hospital memiliki komitmen, terutama untuk pengembangan medis di dunia ortopedi dimana menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memiliki dua robot untuk operasi tulang belakang dan pergantian sendi lutut," ujarnya.
Sementara itu beberapa dokter yang menangani tindakan operasi Total Knee Replacment (TKR) antara lain dr. Ricky Hutapea, dr. Jamot Silitonga dan dr. Muhammad Budimansyah.
“Eka Hospital sebagai pelopor rumah sakit dengan teknologi advance telah menghadirkan inovasi terkini dalam operasi penggantian sendi lutut dengan menggunakan alat Velys Robotic- Assisted Total Knee Replacement. Teknologi ini membantu dan memungkinkan ahli bedah untuk melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga mempercepat pemulihan pasien”, ungkap dr. Ricky Hutapea.
Baca juga: Eka Hospital bersama ANTARA bekali pengemudi ojol kemampuan BHD
Kehadiran operasi TKR robotik Velys, Indonesia kini telah mengejar dan sejajar dengan teknologi yang digunakan di negara-negara tetangga, sehingga masyarakat tidak lagi harus perlu berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan operasi lutut berteknologi tinggi.
Hal ini diperkuat oleh kompetensi dokter-dokter di Gatam Institute yang berstandar internasional, sehingga pasien dapat memperoleh layanan dengan kualitas tinggi langsung di dalam negeri, lebih nyaman, dan lebih efisien.
Eka Hospital berkomitmen untuk menjadi pusat rujukan ortopedi terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan terus mengembangkan layanan subspesialis, memperkuat kolaborasi dengan institusi kesehatan internasional, serta memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis terkini.
"Eka Hospital juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa pengobatan di dalam negeri kini telah memiliki kualitas yang setara, bahkan mampu bersaing dengan rumah sakit luar negeri," ujarnya.
Baca juga: Catat, anak rentan terkena flu melalui droplet orang batuk
