Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten melalui RSUD Banten berencana menghadirkan delapan unit mobile clinic berbasis telemedisin senilai Rp36,6 miliar untuk memperluas akses layanan kesehatan hingga wilayah sulit dijangkau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti di Kota Serang, Kamis, menegaskan kendaraan yang akan diadakan tersebut bukan ambulans konvensional, melainkan klinik berjalan dengan sistem layanan kesehatan terintegrasi digital.

“Namanya bukan ambulans. Pengadaan ini adalah mobile clinic berbasis telemedisin seperti yang menjadi inovasi Pemerintah Provinsi Banten dalam bidang kesehatan dalam rangka mewujudkan Banten Sehat. Untuk mobile clinic ini yang di dalamnya itu bukan sekadar ambulans,” katanya.

Baca juga: Ramadhan, RSUD Banten diminta utamakan pelayanan

Menurut dia, unit tersebut dirancang untuk menjangkau daerah pelosok yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.

Di dalamnya dilengkapi ventilator untuk penanganan kegawatdaruratan, alat ultrasonografi (USG) guna pemeriksaan ibu hamil, serta rontgen portabel untuk mendukung deteksi penyakit, termasuk tuberkulosis (TBC).

Selain itu, juga tersedia elektrokardiogram (EKG) dan mini laboratorium sederhana untuk pemeriksaan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Seluruh perangkat tersebut terhubung langsung dengan dokter spesialis di RSUD Banten melalui sistem telemedisin.

Dengan sistem tersebut, dokter umum yang bertugas di lapangan dapat berkonsultasi secara real time ketika menemukan kasus yang memerlukan pendapat spesialis.

“Jadi jangan seperti melihat ambulans biasa,” imbuhnya.

Baca juga: Warga Badui penderita TB kembali dirujuk ke RSUD Banten

Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Pemerintah Provinsi Banten, pengadaan tersebut terbagi dalam dua paket, yakni Belanja Kendaraan Ambulance Klinik Paket A dan Paket B. Total nilai pagu anggaran mencapai Rp36.668.000.000 yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Paket A memiliki pagu Rp18.952.000.000 dan Paket B sebesar Rp17.716.000.000. Masing-masing paket dialokasikan untuk empat unit kendaraan, sehingga total delapan unit mobile clinic. Jadwal pelaksanaan kontrak, pemilihan penyedia, dan pemanfaatan direncanakan mulai Maret 2026.

Ati membenarkan terdapat dua tipe kendaraan yang akan diadakan, yakni tipe besar dan tipe kecil. Tipe kecil dirancang untuk menjangkau wilayah dengan akses jalan terbatas seperti daerah pegunungan, sementara tipe besar untuk wilayah yang lebih mudah dijangkau. Meski berbeda ukuran, keduanya memiliki kelengkapan alat medis yang sama.

“Enggak sampai (Rp4 miliar),” ucapnya saat menanggapi pertanyaan terkait estimasi harga per unit.

Baca juga: Layanan Cath Lab di RSUD bisa diakses peserta BPJS

Ia juga menyebut konsep mobile clinic sebelumnya telah dijalankan dalam skala terbatas. Dinas Kesehatan Banten telah memiliki satu unit yang kemudian ditingkatkan kapasitasnya dengan tambahan peralatan medis.

Ke depan, operasional mobile clinic akan dilakukan secara bergilir dengan koordinasi bersama dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memprioritaskan wilayah yang jauh dari puskesmas maupun puskesmas pembantu.

Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Banten Sehat yang tertuang dalam RPJMD, dengan fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan berkualitas dan penguatan layanan berbasis teknologi digital.

Baca juga: Wamenkes: layanan Cath Lab di RSUD Tangerang setara RS nasional



Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026