Serang (ANTARA) - Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menekankan pengawasan distribusi bahan pokok dan barang penting (bapokting) serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Ramadan 1447 Hijriah guna mengantisipasi lonjakan harga dan potensi gangguan sosial.

Penegasan itu disampaikan saat membuka rapat koordinasi lintas sektor di Aula Rupatama Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu, yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan terkait.

“Rapat ini memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kesiapan kita menghadapi berbagai dinamika yang mungkin terjadi selama Bulan Suci Ramadan, terutama dalam hal menjamin ketersediaan bahan pokok penting, stabilitas harga, dan mencegah gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten,” ujar Hengki.

Baca juga: Polda Banten terapkan rekayasa pada arus mudik Lebaran 2026

Ia menilai Ramadan selalu membawa dampak pada dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, terutama meningkatnya permintaan kebutuhan pokok yang berpotensi memicu lonjakan harga dan kerawanan kamtibmas.

“Sebagaimana kita ketahui, bulan Ramadan selalu membawa dampak terhadap dinamika sosial dan ekonomi masyarakat. Peningkatan permintaan terhadap bahan pokok penting, potensi lonjakan harga, serta gangguan kamtibmas menjadi tantangan yang harus kita antisipasi bersama,” katanya.

Kapolda menegaskan pengawasan intensif distribusi dan stok bapokting akan dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait untuk mencegah kelangkaan, penimbunan, serta spekulasi harga yang dapat memicu inflasi.

Baca juga: Dishub Banten siapkan kuota 900 orang mudik gratis Lebaran 2026

Selain aspek ekonomi, jajaran kepolisian juga mengantisipasi potensi peningkatan kriminalitas konvensional dan kejahatan lain selama Ramadan.

“Polda Banten dan jajaran akan mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti lonjakan kriminalitas, peredaran narkoba, miras, perjudian, balap liar, serta meningkatkan patroli di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan tempat ibadah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi serta peran aktif tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial. Langkah antisipatif, kata dia, harus segera diambil jika muncul potensi konflik sosial atau ketimpangan ekonomi.

“Saya berharap melalui rapat koordinasi tersebut dapat dihasilkan langkah-langkah konkret yang langsung diimplementasikan di lapangan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi, ketersediaan bahan pokok, dan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di wilayah Provinsi Banten selama Bulan Suci Ramadan,” pungkas Hengki.

Baca juga: Selama Ramadhan, diskotek hingga spa di Tangerang Selatan tutup



Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026