Serang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Banten menargetkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 46 persen dari total penduduk 13 juta jiwa pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit tidak menular (PTM) dan perbaikan kesehatan anak.

Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti menyebutkan capaian CKG saat ini masih sekitar 6,8 persen.

“Untuk CKG saat ini kita memang baru di angka 6,8 persen dari total jumlah penduduk. Target kita sampai akhir tahun 2026 sekitar 46 persen,” kata Ati di Kota Serang, Kamis.

Baca juga: Pemkab Tangerang targetkan cakupan CKG hingga 1,6 juta jiwa

Menurut dia, peningkatan capaian membutuhkan intervensi menyeluruh pada seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia produktif, hingga lansia.

Berdasarkan evaluasi satu tahun pelaksanaan, Dinkes memetakan pola penyakit dominan di masyarakat. Pada 2025, target CKG sebesar 36 persen dan dilaporkan terlampaui menjadi 38 persen.

Ati mengungkapkan kelompok usia 15 tahun hingga lansia didominasi PTM, terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Baca juga: 2026, Dinkes Lebak targetkan CKG sasar 750 ribu jiwa

Sementara pada anak usia balita hingga sekolah dasar, persoalan utama adalah karies gigi dan gangguan penglihatan.

Ia menilai temuan tersebut menuntut perubahan pola hidup, termasuk pengendalian konsumsi makanan manis dan penguatan edukasi menyikat gigi.

Dinkes Banten menggandeng Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk edukasi dan sikat gigi massal siswa SD, serta bekerja sama dengan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia dalam penyediaan kacamata gratis bagi anak sekolah.

“Mudah-mudahan program cek kesehatan yang sudah dilakukan bisa kita tindak lanjuti dengan menggandeng berbagai organisasi di provinsi,” kata Ati.

Baca juga: Perkuat CKG, Kemenkes alokasikan alat rekam jantung



Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026