Tangerang (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten memasifkan normalisasi saluran sekunder dalam mencegah banjir menindaklanjuti penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Kamis, mengatakan upaya normalisasi dilakukan untuk menjaga kelancaran jaringan drainase sekaligus mengantisipasi banjir di kawasan pemukiman.
Salah satu titik krusial yang saat ini sedang dilakukan normalisasi adalah di Pintu 3 Paninggilan Utara, Ciledug. Sejumlah armada alat berat telah diterjunkan untuk mengangkat sedimentasi, lumpur lekat, sampai tumpukan sampah untuk memulihkan kapasitas jaringan saluran air dapat kembali berfungsi optimal.
“Kami memfokuskan normalisasi ini untuk mengangkat sedimentasi dan tumpukan sampah yang menghambat fungsi saluran selama ini. Tidak hanya petugas, kami sudah mengerahkan armada alat berat untuk mulai beroperasi di lapangan sampai beberapa hari mendatang,” ujar Taufik.
Baca juga: Siaga banjir pemukiman dekat kali, Pemkot Tangerang siapkan alat berat
Pemkot Tangerang juga melakukan perawatan kondisi dinding saluran secara menyeluruh untuk memastikan struktur bangunan turap tidak mengalami kerusakan yang dapat menghambat fungsi hidrolis di Saluran Sekunder Pondok Bahar.
"Ini sebagai tindak lanjut dari aksi mitigasi dan siaga bencana hidrometeorologi yang mulai digencarkan Pemkot Tangerang sampai awal tahun mendatang," katanya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi terkait peringatan dini BMKG yang memprediksi curah hujan di penghujung 2025 hingga awal 2026 berada di atas normal akibat anomali iklim global.
Baca juga: Bank Banten serahkan Rp112,4 juta bantu korban bencana Sumatera
Sepanjang tahun ini tren banjir, genangan, dan angin kencang juga mengalami peningkatan signifikan. Sehingga, Pemkot Tangerang pun mengambil langkah dengan penetapan status siaga darurat bencana.
Ia menegaskan paradigma baru dalam penanganan kebencanaan, yakni Tangerang harus bergerak sebelum bencana datang, bukan setelahnya.
“Sederhana saja, ketika kita siap, biasanya musibah memilih jalan lain. Tapi, kalau kita lengah, genangan kecil pun bisa berubah jadi bencana,” ujarnya.
Baca juga: Hujan ringan berpotensi guyur mayoritas wilayah, termasuk Serang
