Tangerang (ANTARA) - Ratusan personel lapangan dan alat berat telah disiagakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten, di pemukiman warga dekat Kali Angke dan sungai untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.
"Ketika ada info dari BPBD mengenai hujan lebat dan potensi banjir, maka petugas sudah siaga mengoperasikan pompa air dan membuka pintu air," kata Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni ketika dihubungi Selasa.
Taufik mengatakan peningkatan kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama lintas instansi dalam menghadapi dampak dari bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Masyarakat Kota Tangerang diimbau miliki tas siaga bencana di rumah
Setiap personel, lanjut Taufik, bersiaga selama 24 jam dengan sistem shift. Namun saat kondisi darurat, lanjutnya, semuanya bisa turun guna menekan dampak bencana lebih kecil.
"Kami sudah sampaikan kesiapan personel dan juga kondisi pintu air yang rutin dicek, sehingga ketika ada peningkatan debit air, bisa dialiri," ujarnya.
Kabid Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Nursyamsu menambahkan Pemkot Tangerang juga telah menyiapkan sistem pengendali banjir mulai dari 30 alat berat, 300 pompa air, serta ratusan rumah pompa air dan pintu air.
"Ada alat berat yang sudah mulai disimpan untuk normalisasi di wilayah timur, tengah, dan barat, sampai ribuan stok karung untuk mengantisipasi kebocoran turap dan sebagainya,” kata dia.
Baca juga: Pemkot Tangerang terapkan stok cadangan logistik bantuan siaga bencana
Sementara itu Dinas Sosial memastikan seluruh logistik kebutuhan bagi warga terdampak sudah disiapkan, termasuk dengan stok cadangan jika situasi darurat.
"Kami sudah periksa, semuanya sudah siap dan personil juga telah memetakan untuk percepatan distribusi ketika satu titik terjadi banjir," ujarnya.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan telah mengeluarkan imbauan siaga bencana banjir selama tiga bulan ke depan mulai Desember 2025 hingga Februari 2026 berdasarkan masukan dari BMKG mengenai adanya potensi hujan ekstrem.
Baca juga: Wisatawan di Banten diminta waspadai cuaca ekstrem
