Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, melaporkan sebanyak 625 warga dari 187 kepala keluarga (KK) masih bertahan di pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut hingga Rabu malam.
Kepala Pelaksana BPBD, Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang, Rabu, mengatakan para pengungsi tersebut saat ini menempati empat titik lokasi pengungsian aktif yang tersebar di Kecamatan Padarincang, Binuang dan Carenang.
"Konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, yakni sebanyak 145 KK atau 430 jiwa yang menempati bangunan Madrasah Raudathul Janah," ujar Ajat di Serang, Rabu.
Baca juga: Bupati Serang minta warga bertahan di pengungsian hingga aman
Selain di Padarincang, pengungsi juga masih tercatat di Kecamatan Binuang, tepatnya di Desa Cakung sebanyak 147 jiwa dan Desa Renged sebanyak 27 jiwa. Sementara di Kecamatan Carenang, terdapat 21 jiwa warga Desa Mekarsari yang mengungsi di Mushola As-Sobirin.
Ajat menjelaskan bahwa warga memanfaatkan fasilitas umum yang aman dari genangan air sebagai tempat berlindung sementara, seperti masjid, mushala, dan gedung sekolah dasar.
Meskipun ratusan warga masih bertahan di pengungsian, BPBD mencatat adanya tren warga yang mulai kembali ke rumah. Sebanyak 328 jiwa atau 82 KK dilaporkan telah meninggalkan pengungsian seiring kondusif nya situasi di beberapa titik.
Ia menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi meliputi tiga jenis kejadian utama, yakni banjir, tanah longsor, dan angin kencang atau pohon tumbang.
"Kejadian ini tersebar di 77 desa pada 25 kecamatan. Banjir menjadi kejadian paling dominan yang melanda 23 kecamatan, disusul angin kencang di delapan kecamatan, dan pergerakan tanah di lima kecamatan," ujarnya
Baca juga: 367 warga Kabupaten Serang masih mengungsi akibat longsor
Untuk menjamin kenyamanan dan kesehatan warga yang masih mengungsi, BPBD Kabupaten Serang terus berupaya memenuhi kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian.
"Kebutuhan mendesak yang kami salurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, family kit, hingga perlengkapan bayi," tuturnya.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan puskesmas setempat, khususnya di Kecamatan Binuang, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para pengungsi guna mengantisipasi penyakit pascabanjir.
Baca juga: 54 rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Serang
