Tangerang (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Banten menyatakan realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) melampaui target dari Rp573 miliar yang dicanangkan, diperoleh Rp587 miliar.
"Hasil yang sangat menggembirakan, realisasi penerimaan pajak hingga 8 Desember sudah melebihi target. Ini bukti warga patuh pajak," kata Kepala Bapenda Kota Tangerang, Kiki Wibhawa di Puspemkot Tangerang, Selasa.
Kiki mengatakan dari hasil pencatatan yang dilakukan, kepatuhan wajib pajak memang meningkat dari 82,3 persen di 2024 menjadi 85,7 persen di tahun ini.
Baca juga: Kota Tangerang terapkan pembayaran elektronik sumber pendapatan
Maka itu Bapenda Kota Tangerang memperkirakan jika penerimaan pajak dari PBB-P2 akan terus bertambah karena masih ada sisa waktu hingga akhir tahun.
Sedangkan untuk BPHTB, lanjut Kiki, saat tercatat Rp593 miliar dari target Rp620 miliar. Capaian yang masih sekitar 95 persen akan terus dioptimalkan dengan berbagai diskon yang disiapkan.
"Kekurangan Rp27 miliar akan kita kejar dengan sisa waktu yang tersedia. Kita sedang upayakan ini semuanya bisa terpenuhi," katanya.
Baca juga: Pemkab Tangerang gulirkan digitalisasi layanan pajak untuk warga
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan kepatuhan pajak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan kota yang hasilnya dinikmati seluruh masyarakat.
“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh wajib pajak, baik perusahaan maupun perorangan. Pajak bukan hanya kewajiban, tetapi investasi bersama bagi masa depan Kota Tangerang yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Tangerang terus berupaya mempermudah pemenuhan kewajiban pajak masyarakat melalui berbagai inovasi.
“Kita terus menghadirkan program-program yang memudahkan, seperti penghapusan denda serta relaksasi PBB-P2 dan BPHTB pada periode tertentu. Kanal pembayaran digital juga terus kita kembangkan agar masyarakat dapat membayar pajak kapan saja dan di mana saja,” kata dia.
Baca juga: Hingga akhir November, PAD Pemprov Banten capai Rp5,68 triliun
