Tren tindak kejahatan perbankan di Indonesia mengalami pergeseran signifikan sepanjang tahun 2025 dari sebelumnya modus penipuan melalui telepon mendominasi, kini pelaku kejahatan lebih banyak memanfaatkan platform digital dengan skema yang semakin beragam.
EVP contac Center and digital service BCA Adrianus Wagimin di Tangerang Jumat mengatakan berdasarkan data terbaru, terdapat tiga besar modus penipuan yang paling sering menjerat masyarakat saat ini yakni transaksi online mencapai 33 persen, tawaran job ordering atai penawaran kerja palsu mencapai 15 persen dan penipuan atas nama e-commerce capai 12 persen.
"Penurunan skema penipuan via telepon dipicu oleh tingkat kesadaran masyarakat yang semakin membaik. Kini pelaku bergeser menggunakan platform digital," kata Adrianus Wagimin ditemui di ICE BSD Tangerang, Jumat.
Baca juga: Polisi ringkus pelaku penipuan seleksi Akpol senilai Rp1 Miliar
Ia mengatakan perubahan modus penipuan ini karena jika scam (telepon) itu orang sudah mulai pintar, apalagi media membantu mengedukasi. Lalu banyak konten di media sosial yang memperlihatkan masyarakat sudah berani melawan penipu.
"Ini yang kita temui dan data dari fakta di lapangan. Maka itu perbankan juga aktif melakukan edukasi untuk menutup celah penipuan ke nasabah," katanya.
Menanggapi masalah tindak penipuan, lanjut Adrianus, pihak perbankan menegaskan komitmennya untuk mendampingi nasabah. Jika laporan menyangkut sesama rekening BCA, penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Baca juga: Polisi dalami kasus dugaan penipuan investasi kripto
Namun, tantangan muncul jika dana telah berpindah ke bank lain atau bahkan telah dialirkan ke beberapa lapis rekening (tiering). Sebab pelaku kerap cepat juga melakukan pemindahan dana ketika penipuan yang dilakukan berhasil. Masalah menjadi lebih kompleks jika dana sudah berpindah ke rekening pihak ketiga atau keempat yang tidak dikenal secara langsung.
"Kami akan menjembatani dan membantu nasabah dengan menghubungi bank atau perusahaan terkait. Namun, prosesnya memang harus menunggu kejadian terlebih dahulu," jelasnya.
Hingga saat ini, total pengaduan yang masuk melalui kanal internal perbankan tercatat sekitar 20.000 laporan. Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan total pengaduan yang masuk ke regulator seperti Integrated Customer Care (ISC) yang mencapai lebih dari 400.000 laporan.
"Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi mengenai modus penipuan terbaru dan segera melapor ke call center resmi jika menemukan aktivitas transaksi yang mencurigakan," katanya.
Baca juga: Catat, jangan tergiur hadiah belanja online untuk hindari penipuan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026