Serang (ANTARA) - Ombudsman RI Perwakilan Banten menilai Program Sekolah Gratis (PSG) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Banten telah memberikan hasil positif bagi pemerataan pendidikan.
Meski begitu, Ombudsman mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan dalam aspek pembiayaan pada sekolah swasta.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten Fadli Afriadi di Kota Serang, Senin menyebut PSG berhasil meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mengoptimalkan daya tampung sekolah.
“Dia meningkatkan jumlah siswa di sekolah swasta. Sekitar 24 persen rata-rata yang kami peroleh,” ujarnya.
Baca juga: Sekolah Gratis dongkrak pendaftar baru SMK PGRI 1 Kota Serang
Menurut Fadli, kebijakan pembatasan daya tampung di sekolah negeri kini menjadi efektif dalam menjaga kualitas pembelajaran, karena adanya PSG di sekolah swasta. Ia menambahkan guru kini dapat mengajar lebih optimal karena jumlah siswa sesuai ketentuan.
Fadli menyebut dukungan pemerintah terhadap sekolah swasta turut memberi kepastian keberlanjutan layanan pendidikan. Namun ia tidak menampik masih adanya beban piutang yang ditanggung penyelenggara.
“Rata-rata piutangnya sekolah itu ada Rp136 juta. Dan 65 persen sekolah itu punya piutang. Dan 40 persenan itu melakukan penahanan ijazah. Jadi angkanya cukup besar ya,” ungkapnya.
Ia menegaskan penyelesaian piutang harus menjadi prioritas agar tidak menghambat hak siswa memperoleh ijazah. “Kalau masalah piutang ini tidak bisa diselesaikan, masalah penahanan ijazah tidak akan bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov Banten prioritaskan pembangunan sekolah baru demi pemerataan
Selain pembiayaan, kesenjangan sarana prasarana juga masih ditemukan. Hasil survei Ombudsman menunjukkan sebagian besar fasilitas sekolah swasta belum memadai. “76 persen fasilitas mereka tidak memadai, dalam artian ketersediaannya belum lengkap,” katanya.
Fadli menilai persoalan administrasi akibat belum terbitnya petunjuk teknis dapat segera teratasi seiring komitmen Pemda dalam penyempurnaan kebijakan.
Dengan capaian positif dalam pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan negeri, Ombudsman berharap dukungan lintas pihak terus diperkuat. “Dengan angka yang cukup besar, ini tantangan bagi kita bersama,” ucap Fadli.
Ia seraya mendorong pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha tetap bergotong royong menyukseskan PSG tersebut.
Baca juga: Sekolah Gratis jadi strategi Banten putus rantai kemiskinan
