Serang (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) meningkatkan pemantauan Bendungan Sindangheula di Kota Serang seiring meningkatnya intensitas hujan yang memicu banjir di sejumlah wilayah.
Hal tersebut guna memastikan keamanan bendungan dan meminimalkan risiko bagi masyarakat hilir.
Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan tinggi muka air Bendungan Sindangheula berada pada elevasi 107,090 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan status waspada pada Senin (13/1), namun masih dalam batas aman dan terkendali.
“Kondisi Bendungan Sindangheula pada posisi waspada, di mana elevasi tinggi muka air sudah di atas 80 cm di atas elevasi mercu,” kata Dedi Yudha Lesmana dalam keterangannya di Kota Serang.
Baca juga: Kondisi Bendungan Sindangheula disebut normal meski terjadi limpasan
Ia menjelaskan, penetapan status waspada menjadi dasar bagi BBWS C3 untuk melakukan pemantauan intensif melalui Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sindangheula, sebagai langkah mitigasi dini terhadap potensi peningkatan debit air akibat cuaca ekstrem.
Menurut Dedi, seluruh jajaran BBWS C3 saat ini berada dalam kondisi siaga dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan informasi perkembangan bendungan dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Serang untuk tetap tenang, tidak panik, dan bendungan akan selalu kami pantau kondisinya,” ujarnya .
BBWS C3 juga menyiapkan langkah koordinatif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah apabila terjadi peningkatan status, agar upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana dapat dilakukan secara terpadu.
Baca juga: BPBD Banten perkuat penanganan bencana dampak cuaca ekstrem
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menegaskan bahwa hasil pemantauan lapangan menunjukkan kondisi bendungan masih aman dan dapat berfungsi dengan baik dalam mengendalikan tampungan air.
“Kami memastikan bahwa elevasi airnya dalam posisi aman,” kata Fahmi.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor dalam pengelolaan bendungan, terutama pada kondisi cuaca yang belum stabil, guna menjamin keselamatan masyarakat di wilayah terdampak banjir.
BBWS C3 memastikan pemantauan dan pengelolaan Bendungan Sindangheula akan terus dilakukan secara optimal sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan perlindungan masyarakat di daerah hilir.
Baca juga: Banjir di Kota Serang meluas, 1.690 jiwa terdampak
