Serang (ANTARA) - Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten disebut menjadi faktor utama meningkatnya jumlah peserta didik baru di SMK PGRI 1 Kota Serang pada tahun ajaran 2025.
Kepala SMK PGRI 1 Kota Serang Anang menyampaikan lonjakan pendaftar mencapai hampir 400 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Naik hampir 400 persen. Dari 100 siswa pada 2024, naik menjadi 394 siswa pada penerimaan siswa baru tahun 2025,” kata Anang saat peninjauan Program Sekolah Gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Gubernur Banten Andra Soni, Jumat.
Baca juga: Sekolah Gratis jadi strategi Banten putus rantai kemiskinan
Menurutnya, jumlah penerima manfaat MBG di sekolah tersebut mencapai 615 siswa. Program makan bergizi telah berjalan hampir satu bulan sejak 12 Oktober 2025. Ia menilai kombinasi Sekolah Gratis dan MBG berperan besar menarik minat masyarakat menyekolahkan anak ke SMK PGRI 1 Kota Serang.
Gubernur Banten Andra Soni menyebut kehadirannya bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran dan memberi dampak langsung bagi siswa.
“Saya hadir di sini ingin berdialog langsung dengan siswa terkait dengan MBG. Alhamdulillah, mereka telah menerima manfaat dari program, sudah hampir satu bulan sejak 12 Oktober. Alhamdulillah berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, para siswa menyampaikan bahwa menu MBG variatif dan mereka merasa senang menerimanya. Andra menambahkan bahwa pembiasaan kedisiplinan makan perlu terus ditanamkan. “Misalnya kebiasaan mencuci tangan, membawa sendok, dan menyiapkan bekal air minum dari rumah,” terangnya.
Baca juga: Komisi V DPRD Banten sebut program sekolah gratis berjalan baik
Gubernur juga berbicara mengenai dampak Sekolah Gratis bagi sekolah swasta yang sebelumnya mengalami penurunan pendaftar. Ia menyebut SMK PGRI 1 Kota Serang sempat memiliki lebih dari 3.000 murid, namun jumlahnya terus turun beberapa tahun terakhir sebelum program Sekolah Gratis dilaksanakan.
“Sekarang dengan adanya program sekolah gratis kembali aktif. Saat ini 394 siswa kelas 10 telah menerima manfaat program sekolah gratis,” ucap Andra.
Ia menekankan perlunya kesepahaman bersama antara sekolah, guru, dan siswa untuk menjaga keberlangsungan program. Pemerintah provinsi juga disebut terus menjalin sinergi dengan industri untuk meningkatkan penyerapan lulusan SMK ke pasar kerja.
“Harus dibuat komitmen peserta didik bisa belajar dengan baik, tertib, patuh dengan peraturan, serta saling menghormati dan menyayangi kawan-kawannya. Karena ini dibiayai pemerintah,” katanya.
Baca juga: 65.000 siswa di Banten terverifikasi penerima sekolah gratis
