Lebak (ANTARA) - Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten terdampak bencana banjir dan longsor hingga mengakibatkan seorang warga dilaporkan meninggal dunia.
"Bencana banjir dan longsor di daerah itu akibat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Senin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 11 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor tersebar di 18 desa dan 453 rumah terendam juga satu rumah warga rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan.
Selain itu, juga satu fasos terdampak, empat jalan, tiga jembatan, satu toko rusak sedang dan seorang meninggal dunia atas nama Anah (70) warga Kecamatan Cibeber.
"Korban meninggal dunia itu akibat terpeleset ke sungai di Bayah," katanya.
Baca juga: BPBD Banten perkuat penanganan bencana dampak cuaca ekstrem
Menurut dia, sebanyak 11 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor itu, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, Kalanganyar, Cikulur, Cipanas, Muncang, Bayah, Sobang, Panggarangan dan Cibadak.
Bahkan, banjir di Kecamatan Banjarsari hingga kini masih merendam di beberapa titik lokasi kejadian, terutama di daerah jembatan Pejeuh dan Gunung Sari yang terisolir.
Sebab, akses jalan jembatan itu masih terendam air genangan dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
Baca juga: Banjir di Kota Serang meluas, 1.690 jiwa terdampak
"Kami sudah melakukan assessment sementara juga berkoordinasi dengan pemangku jabatan (stakeholder) terkait, TNI, Polri, PUPR, PLN serta berbagai organisasi," kata Sukanta.
Sukanta mengatakan, Posko Utama BPBD Lebak terus melakukan monitor dibeberapa cakupan wilayah terdampak, sekaligus menyampaikan imbauan di sosial media serta informasi di website resmi.
Selain itu juga melakukan imbauan langsung oleh tim reaksi cepat (TRC) kepada masyarakat yang terdampak bencana alam," katanya.
Baca juga: 10 kecamatan di Pandeglang terendam banjir
