Serang (ANTARA) - Polda Banten mencatat serapan hasil panen jagung mencapai 2.684,5 ton hingga kuartal III tahun ini, melampaui target awal sebesar 2.000 ton.
Serapan tersebut terdiri dari 84,5 ton disalurkan ke Bulog dan 2.600 ton ke Non-Bulog.
“Polda Banten berhasil melampaui target serapan hasil panen jagung. Dari target awal sebesar 2.000 ton, realisasi serapan hingga kuartal III mencapai 2.684,5 ton,” kata Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto di Serang, Jumat.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan terus menunjukkan hasil nyata. Penyerapan hasil panen bukan hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani di Banten.
Baca juga: Polda Banten panen jagung 1.772 hektare di Ciruas Serang
Selain capaian serapan, Didik menyebutkan bahwa total lahan jagung yang telah ditanami Polda Banten bersama masyarakat mencapai 1.772,14 hektare. “Pada kuartal I, lahan yang ditanami 260,07 hektare, kuartal II naik menjadi 384,83 hektare, dan pada kuartal III mencapai 1.127,24 hektare,” ujarnya.
Ia menegaskan, tren peningkatan luas lahan tanam menunjukkan konsistensi program ketahanan pangan yang digerakkan Polri. Dengan bertambahnya lahan, diharapkan produksi dan penyerapan hasil panen dapat terus meningkat.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian di Banten terus bergerak maju. Kami akan terus bersinergi dengan Bulog, pemerintah daerah, serta pelaku usaha Non-Bulog dalam menjaga stabilitas pangan,” ujar Didik.
Polda Banten juga mengapresiasi kontribusi petani dan pihak terkait yang turut mendukung program ketahanan pangan. Didik menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, mulai dari aparat, pemerintah daerah, hingga masyarakat tani.
“Kami mengapresiasi capaian serapan hasil panen yang sudah menyentuh angka target. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Baca juga: Polda Banten latih kesiapan personel hadapi potensi ancaman
